Hujan Seharian di Zurich-CERN Summer Programme Bagian 11

Sebelum saya menceritakan weekdays minggu kelima dari CERN Summer Student Programme yang berlangsung dari tanggal 21-25 Juli 2014 yang penuh dengan kelas, project dan visit ke fasilitas CERN, saya ingin bercerita tentang weekend minggu kelima tanggal 26 dan 27 Juli 2014. Saya tidak ceritakan weekend minggu keempat, 19, 20 Juli 2014 karena saya hanya menggunakannya untuk beristirahat di kamar hostel dan membereskan beberapa analisis data serta hanya keluar ke Carrefour untuk berbelanja serta pergi ke CERN untuk berjalan-jalan ringan. Di awal weekdays saya dan Iliya, teman dari Bulgaria ingin sekali mengunjungi Kota Milan di Italia mengingat jaraknya yang cukup rasional dari Geneva yaitu 400-an kilometer. 

Kami berencana untuk mengunjungi Milan di akhir pekan dengan menggunakan fasilitas car sharing yang ditawarkan oleh orang-orang yang bepergian dari Geneva ke Milan di hari yang sama dan kembali ke Geneva juga menggunakan car sharing.  Car sharing ini syaratnya kita membayar biaya bahan bakar yang dibagi rata ke penumpang, biasanya jauh-jauh lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan kereta atau bis. Kami mencari orang yang melakukan share terhadap kursi kosong mobilnya di web http://www.blablacar.com/ . Saat itu saya melihat ada seseorang yang akan ke Milan namun berangkatnya Jumat 25 Juli 2014 pukul 11.00 pm sehingga diperkirakan akan sampai Milan Sabtu subuh. Teman saya Iliya menolak berangkat Jumat malam karena ketika subuh sampai Milan menurutnya kami semua akan kebingungan untuk tinggal dimana mengingat saat itu Eropa mengalami musim panas yang tidak normal dimana saat malam hingga pagi suhunya 8 atau 9 derajat celcius. Maka dari itu kami menunggu hingga hari rabu atau kamis apakah ada orang yang akan berpergian ke Milan tepat hari Sabtu Pagi. Hingga Rabu dan Kamis ternyata belum ada orang yang share mobil mereka di website tersebut untuk berpergian ke Milan. Kami memikirkan rencana lain, mencoba mencari tiket kereta dan bis namun...semuanya mahal :"(. Akhirnya di hari Jumat kami berencana untuk menyewa mobil dan mengemudikannya sendiri. Ini berarti untuk membayar sewa mobil lebih murah, saya dan Iliya harus mencari 3 orang lainnya sehingga biaya mobil dan bahan bakar dibagi berlima. Setelah mengajak summies yang lain, kami mendapatkan 3 orang lainnya yaitu David Seith dari Jerman, Maria dari Jerman dan Vladimir dari Macedonia, teman yang bersama saya dan Iliya pergi ke Lyon dua minggu sebelumnya. Dua teman saya Iliya dan Maria memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi) atau Driving License International. Akhirnya kami sudah putuskan untuk menyewa mobil untuk pergi ke Milan. Kami sudah putuskan akan berangkat Sabtu 26 Juli 2014 pagi hari pukul 08.00 dari Aeroport Geneve. Namun saat Jumat malam terjadi perbincangan alot di grup Facebook, teman-teman saya yang melakukan surfing di internet mengenai kondisi lalu lintas di Milan. Mereka ragu untuk ke Milan karena kondisi lalu lintas disana cukup cruel untuk pengemudi yang tidak terlalu berpengalaman karena mengingat mobil yang akan kami bawa adalah sewaan dan kalau terjadi apa-apa kami harus membayar ganti rugi yang sangat besar. setelah berdebat lama akhirnya kami mengurungkan rencana ke Milan dan mengganti ke Zurich yang lebih dekat dan kondisi lalu lintasnya lebih teratur.

Sabtu pagi pun tiba, Kami bergegas menuju Aeroport untuk mengambil mobil sewaan. Saya duduk di belakang bersama Vladimir dan Iliya sedangkan Maria mengambil kursi pengemudi dan David menjadi co-driver-nya. Posisi Zurich sudah di-set di GPS dan kami melaju menuju Zurich. Hari itu sangat mendung dan ternyata benar beberapa saat kemudian hujan turun di Geneva. Sepanjang perjalanan di jalan tol hujan. Kami sempat berhenti di rest area untuk membeli makan siang dan melepas lelah. Sepanjang perjalanan kami semua mengobrol dan bercanda, walau hujan diluar namun suasana didalam mobil rame dan asyik terus! :). 
Barisan Kursi Depan
Selfie Barisan Belakang
Kami memulai perjalanan sekitar pukul 09.00 dan sampai di Zurich pukul 13.30. Ternyata di Zurich pun cuacanya juga hujan. Jalanan dan pepohonan basah, langit mendung dengan gerimis yang turun. Zurich terlihat tidak cerah, sendu dan sedikit redup. Kami berencana memarkir mobil kami di tengah kota lalu berjalan-jalan di tengah hujan untuk melihat-lihat peradaban di Zurich. Kami mencari lokasi parkir di pusat kota dan akhirnya menemukan sebuah Park Haus dimana biaya parkirnya tergolong murah untuk orang-orang Eropa. Sekitar 2 Franc per jam-nya. Akhirnya kami memulai berjalan kaki dibawah hujan gerimis, saya tidak membawa payung dan lebih jeleknya lagi sepatu saya berlubang di bagian bawahnya sehingga dengan mudah air hujan masuk melalui sepatu bawah dan membasahi kaki saya. Tidak apa-apa karena saya senang bisa mengunjungi Zurich, kota di Negara Swiss yang menggunakan bahasa Jerman karena terpengaruh budaya Jerman. 

Hujan Seharian di Zurich
Saya menikmati berkeliling di dalam kota tua Zurich, kami berjalan menyusuri bangunan yang dibawahnya terdapat canopy untuk pejalan kaki dengan disebelah kanan saya banyak terdapat toko-toko yang menjual barang-barang mahal dan juga restoran. Walaupun hujan, kota tetep ramai oleh pejalan kaki yang menggunakan payung dan kereta dalam kota senantiasa melayani para penumpang yang berpindah dari satu sisi kota ke sisi lainnya. Kami mengunjungi Zurich Hauptbanhof, ini adalah stasiun utama Zurich. Sebelumnya kami mengunjungi supermarket untuk membeli makan siang sederhana yaitu roti keras semacam baguette, keju swiss, daging baken dan beberapa buah serta air mineral. Di hauptbanhof kami mencari map Zurich dan bertanya ke tourist information center tentang informasi tempat yang wajib dikunjungi serta beberapa opsi penginapan. Kami sudah sangat merasa lapar saat itu sehingga kami memakan makan siang yang kami beli tadi. Kami melakukan "gelar tikar" di dalam hauptbanhof lalu memotong roti serta keju swiss dan memakannya penuh tawa hehehe.
Zurich Hauptbanhof

gelar tikar! (Dari Kanan ke kiri : Vladimir, saya, David, Maria)
Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan kami. Saat itu sudah menjelang sore dan masih saja hujan. Saya tidak peduli, mungkin masih lama lagi saya bisa mengunjungi Zurich sehingga bagi saya tidak masalah untuk hujan-hujanan hehehe. Kami melihat-lihat suasana kota, melihat peradaban, aktivitas masyarakatnya dan menikmati kota tua ini :). Tentu saja kami berfoto untuk mengabadikan momen sebagai kenang-kenangan bahwa saya pernah ke Zurich bersama teman-teman saya yang super seru ini :).


Dibawah Hujan
Saya dan Iliya, Freedom!
Friends (Vladimir dan Maria)
Freedom!
Sedikit lelah memang berjalan dibawah hujan, tanpa payung dan sepatu basah didalamnya. Kami melanjutkan menuju ETH Zurich, universitas dimana Einstein berkuliah, saya bisa merasakan tersimpan sejarah hebat disana dimana einstein membentuk pola pikirnya. Kami sempat mencari dan memasuki beberapa penginapan namun semuanya penuh karena memang saat itu akhir pekan dan banyak event menarik untuk wisatawan di Zurich. Untungnya Iliya memiliki teman yang tinggal di Konstanz, Jerman dan namanya Dani, dia mau memberi tumpangan mobil menuju konstanz dan memberikan kami menginap semalam dirumahnya. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami sampai di ETH Zurich, universitas yang besar dan berada di daerah yang cukup tinggi. Bangunannya juga khas Eropa, kokoh, egois dan kaku namun memiliki keagungan yang luar biasa. Disana sayangnya ETH lagi tutup karena libur summer dan kami tidak memiliki akses masuk karena untuk masuk membutuhkan kartu mahasiswa yang menggunakan IC sehingga kami hanya berfoto dan berkeliling diluar ETH sembari terpukau melihat universitas ini. Iliya juga bilang bahwa kami akan bertemu Dani di ETH lalu kami akan makan bersama. Kami menuju sebuah restoran yang menurut saya mahal hehehe. Saya hanya membeli teh rasa mint dihidangkan dengan cake kecil. Harganya waktu itu 5 Euro. Kami ngobrol disana bertukar cerita dan sharing. Tanpa terasa sudah pukul 19.00. Kami harus bergegas menuju Konstanz karena perjalanan membutuhkan waktu 2 jam. Saat itu hujan tidak deras di Zurich namun saat memasuki Highway, tiba-tiba saja hujan lebat dan terpaksa kami harus berhati-hati sehingga perjalanan membutuhkan waktu lebih lama dari 2 jam.

Diperjalanan menuju ETH Zurich
ETH Zurich!

Didepan salah satu Gedung ETH Zurich
Gedung salah satu ETH Zurich
Halaman ETH Zurich dan View yang bisa dilihat dari halaman
Another View
Tiba di Konstanz kami semua sudah lelah, Dani memiliki apartemen dan beberapa minggu lagi dia akan menikah (saat saya publish kisah ini, pasti Dani sudah menikah). Dani juga saat itu sedang mengandung bayi pertamanya. Kami menyempatkan makan malam, menyantap roti, keju dan baken yang masih tersisa dengan teh rasa mint dan rasa buah. Setelah itu kami mandi dan mempersiapkan ruang keluarga Dani untuk tempat tidur saya, Vladimir, Iliya dan David. Kami cukup membuat Apartemen Dani berantakan hehehe. Malam itu saya sebelum tidur sempat berdiskusi bersama Iliya tentang Teori Fisika Partikel dan juga hubungannya dengan kehidupan makhluk hidup, kami berdiskusi tentang bagaimana hubungan Fisika partikel sampai ke mekanisme pemberian nyawa, obrolan yang sedikit berat malam-malam hehehe.

Kamar tidur dadakan
Akhirnya kami tidur dan tanpa terasa minggu sudah berada di pukul 09.00 Pagi, Kami bergegas bersiap-siap, makan dan mandi. Lalu kami membereskan ruang keluarga yang berantakan dan balik menuju Geneva. Kami tidak akan mengunjungi kota apapun di minggu ini karena memang waktu menyewa mobil hanya hingga sore hari. Kami tiba di Geneva pukul 16.00 dan saya, Iliya, Vladimir dan David menyempatkan mengunjungi danau Geneva untuk melihat pantai buatan sembari bersantai berbaring disana. Happy Holiday!

Pantai di Danau Geneva

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Revolutionizing Indonesian University

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara