Minggu Keempat Kontrak-CERN Summer Programme Bagian 10

Halooo..aku akan melanjutkan berbagi kisah selama mengikuti CERN Summer Student Programme 2014 di Jenewa, Swiss. Setelah menggunakan weekend minggu ketiga dengan bertualang ke Lyon (baca : My First Hitchhiking and Lyon-CERN Summer Programme Bagian 9) akan dimulai minggu keempat kerja di CERN. Tidak terasa bahwa sudah menjelang pertengahan kontrak saya. Sejauh ini saya sangat menikmati suasana kehidupan di St. Genis dan juga Meyrin-Jenewa. Memang ada perasaan kangen keluarga di Bali dan juga Harumi, seseorang spesial di Yogya, saya tahu ini karena perbedaan waktu yang tanggung antara Jenewa dan juga WIB dan WITA yaitu 5 dan 6 jam. Disaat saya bangun pagi, mereka sudah beraktivitas di siang hari, di saat saya belajar dan bekerja di CERN mereka juga masih melanjutkan setengah hari mereka hingga sore dan saat mereka bersiap untuk tidur di malam hari, saya baru hendak pulang ke hostel. Sedikit kesempatan untuk berkabar melalui suara karena ketidak pas-an waktu ini sehingga aku dan keluarga serta aku dan  Harumi. Solusinya hanya leave message melalui LINE atau Whatsapp dan membalasnya saat pesan dibuka (biasanya paling cepet setengah jam setelah pesan sampai di HPku). 

Minggu keempat dimulai dari tanggal 14 Juli 2014 sampai 18 Juli 2014. Bagi yang mengikuti kisah saya dengan setia pasti sudah hapal apa saja kegiatan saya disini. Ya kegiatannya memang tidak berubah hanya seputar belajar, kuliah, kunjungan lab, fasilitas dan praktek serta analisis data dan jalan-jalan juga :D. Jadwal kuliah yang berlangsung dari pukul 09.15-12.15 minggu itu terdiri dari :
Senin : Beyond Standard Model, Trigger for LHC, Detectors
Selasa : Trigger for LHC, Beyond Standard Model, Detectors, serta ada visit Compact Muon Solenoid (CMS) (sebuah detektor raksasa yang mengklarifikasi kebenaran mekanisme Higgs atau yang disebut dengan Partikel Tuhan)
Rabu : Beyond Standard Model, Detectors, serta ada kegiatan workshop Cloud Chamber yaitu sebuah detektor gas untuk mendeteksi partikel-partikel elementer yang ada disekitar kita dan mudah dideteksi.
Kamis : Beyond Standard Model, Standard Model Physics, Introduction to Monte Carlo serta tambahan workshop MadGraph (sebuah aplikasi berbasis web yang digunakan untuk menuliskan dengan cepat Diagram Feynman dari peluruhan partikel-partikel elementer.
Jumat : Standard Model Physics, Introduction to Monte Carlo, From Raw Data to Physics Result.

Ya jadwal kuliah, workshop dan visit yang tidak terlalu padat. Biasanya workshop dan visit berlangsung di sore hari dari pukul 13.30 hingga 17.00 karena memang dibuat agar peserta bisa mengikuti kuliah dan juga workshop atau visit. Ditambah lagi kami harus belajar dan mengerjakan proyek yang diberikan untuk kami, sehingga menurutku jadwal ini sudah sangat pengertian :). Jika kalian ingin men-download bahan kuliah serta video kuliah selama program ini, bisa mengunjungi website ini  http://summer-timetable.web.cern.ch/summer-timetable/#2014-07-01 .

Sedikit review tentang kuliah pada minggu ini, saya berusaha mengingat-ingatnya kembali hehehe :D. Beyond Standard Model membahas tentang teori dan konsep yang melebihi Standard Model. Bercerita tentang Supersymetry. Trigger for LHC mengulas tentang syarat-syarat suatu event sehingga trace yang dideteksi oleh detector dari sebuah partikel dapat diakuisisi oleh sistem data acquisition. Detectors bercerita tentang berbagai macam detektor seperti detektor silikon, detektor gas, detektor cherenkov ring imaging dan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Standard Model Physics bercerita tentang Fisika yang terjadi pada Standard Model, membahas apa yang bisa disimpulkan dari suatu fenomena fisika dalam kerangka Standard Model Fisika Partikel.  Introduction to Monte Carlo membahas penggunaan Teknik Simulasi menggunakan Monte Carlo jika diaplikasikan dalam bidang akselerator dan detektor dalam Fisika Partikel. Yang terakhir adalah From Raw Data to Physics Result bercerita tentang analisis data dari eksperimen-eksperimen lalu mengintepretasikannya menjadi sebuah hasil Fisika, dijelaskan juga penarikan kesimpulan mengenai apakah ada New Physics dari hasil-hasil tersebut. Kuliah-kuliah menarik jika kita bisa mengikutinya dengan penuh dan serius, namun tentu selalu ada rasa kantuk dan juga sedikit bosan duduk dikelas hehehe. Sesekali saya tertidur sebentar di kelas, entah kenapa, namun saya tetap berusaha memperhatikan dan mendengarkan dengan baik karena ini semua merupakan kesempatan yang sangat langka.

Sekarang aku akan menceritakan tentang visit CMS yang merupakan detektor raksasa yang terletak 100 meter di bawah tanah. Detektor ini berukuran 100 m x 30 m x 25 m. Sungguh luar biasa. Detektor ini dibuat untuk mengklarifikasi kebenaran mekanisme Higgs yaitu mekanisme pemberian massa ke partikel-partikel elementer lainnya. Mekanisme Higgs ini disebut Partikel Higgs-Bosson atau yang dikenal oleh masyarakat awam dengan nama Partikel Tuhan. Di dalam detektor raksasa inilah proton-proton ditumbukkan untuk menciptakan kondisi tepat sesaat (sepersekian triliunan detik) setelah penciptaan alam semesta. Akibat dari tumbukan proton-proton yang memiliki kecepatan mendekati kecepatan cahaya ini, akan dihasilkan shower dan jet dari banyak sekali partikel yang akan meninggalkan jejak ketika melewati berbagai macam detektor yang telah didesain untuk mendeteksi jejak ini. Sungguh proses yang sungguh kompleks, melibatkan fisikawan serta teknisi dari berbagai bidang! kolaborasi yang sungguh dashyat!

Lokasi CMS
CMS terletak cukup jauh dari Meyrin Site CERN sehingga kami kesana menggunakan bis, bis melintas melewati pertanian Swiss-Perancis yang sungguh indah, terlihat Mount Saleve serta beberapa bukit hijau. Jalanan sungguh sepi sehingga bis melaju dengan cepat. Tanpa terasa memakan waktu 30 menit aku tiba di CMS site. Sudah ada guide yang akan memandu visit ini dan menjelaskan kami mengenai CMS dengan detail. Saya sungguh takjub dengan semua ini! manusia mampu menciptakan mesin raksasa yang sungguh luar biasa! visit berlangsung selama sejam, saya sempat mengambil beberapa foto ketika berada di bawah tanah. 
Didalam Bis di perjalanan
Kartu visitor
Ruang kontrol CMS
Perangkat daya dan data akuisisi di CMS
100 meter dibawah tanah! 
Smile!
Bright Smile :)!
Super Big Machine!
Begitulah suasana di dalam CMS! aku senang bisa mendapatkan kesempatan mengunjungi detektor bawah tanah terbesar di dunia ini! senang! :). 

Cerita tentang workshop cloud chamber, aku sangat tertarik dengan kegiatan ini karena aku dapat membuat detektor partikel yang dengan jelas mampu melihat lintasan partikel-partikel elementer disekitar kita! Prinsip singkatnya adalah menggunakan kotak yang didalamnya berisi uap alkohol yang ter-supersaturasi sehingga ketika partikel menabrak molekul-molekul alkohol ini, maka molekul-molekul ini akan terionisasi sehingga inti yang mengalami ionisasi akan terkondensasi menciptakan jejak berupa kabut didalam ruang tersebut. Jejak ini cukup jelas terlihat dengan mata telanjang (selengkapnya tentang cloud chamber lihat : http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_chamber) Peralatan yang digunakan juga sederhana walaupun tak sesederhana percobaan Fisika anak SD atau SMP namun dapat diperoleh dengan mudah yaitu cairan alkohol, dry ice, glove khusus untuk mengambil dry ice, kotak kaca bening dengan bagian atas terbuka, plat logam yang tebal (ketebalan minimal 1 cm) serta kotak kayu. bahan dan alat tadi dirangkai yaitu dry ice diletakkan didalam kotak kayu, lalu plat logam dilumuri oleh alkohol cair dan juga kotak kaca di bagian alasnya diberi spons tipis untuk memerangkap cairan alkohol. Alas yang berisi spons dilumuri alkohol juga lalu kotak kaca ini ditutup dengan plat logam yang telah dilumuri alkohol dengan sisi yang dilumuri alkohol menghadap spons (dibagian dalam kotak). Setelah itu bagian luar plat loga ditaruh diatas kotak yang sudah berisi dry ice. Dari proses ini akan tercipta uap alkohol yang ter-supersaturasi dan tunggu beberapa saat kemudian (harus sabar) maka akan terlihat jejak-jejak partikel walaupun cukup tipis namun bisa dilihat dengan mata telanjang! :). 
Aku dan Mini Cloud Chamber
Cerita tentang proyekku, awalnya dijadwalkan masuk ke Lab untuk melakukan pengukuran ulang efisiensi kuantum dari  lapisan tipis Cesium Iodide dari back up HMPID (High Momentum Particle Identification Detector) . Namun ternyata ALICE menunda kegiatan itu karena ada kegiatan lain yang harus diselesaikan terlebih dahulu sehingga saya tidak jadi melakukan pengukuran di minggu ke empat ini, namun sebagai gantinya saya akan diberi data scanning dari sampel lapisan Cesium Iodide yang dideposisikan ke berbagai substrat material. Saya diminta untuk menganalisis pengaruh dari substrat tersebut berdasarkan apa yang telah saya pelajari dari paper yang diberikan dan juga Technical Design Report yang telah saya baca :). See you!

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Scientific Research in Indonesia needs big momentum to accelerate: A Reflection from Asian Games 2018

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara