Bersepeda Berkeliling Geneva di Weekend Minggu Pertama Kontrak-CERN Summer Programme Bagian 5

Tak terasa seminggu sudah berlalu menjadi mahasiswa pada CERN Student Summer Programme 2014. Hari itu Sabtu, 28 Juni 2014. Saya dan Bagus Hanindhito sudah merencanakan hari ini akan berkeliling Geneva menggunakan sepeda. Kami berencana mengunjungi Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) di Geneva serta ingin mengunjungi Headquarter UN untuk melihat ruang sidang. Saya juga ingin mengunjungi The Broken Chair Statue didepan Headquarter UN dan berfoto disana karena sejak mendaftar di CERN Student Summer Programme 2014 Januari yang lalu, saya selalu membayangkan saya berfoto di depan patung tersebut dan sekarang saya telah di Geneva, saya harus mewujudkan apa yang saya bayangkan :). 

Kami berangkat pukul 09.30 dari hostel kami yang berada di St. Genis. Kami sudah siap dengan helm dan sepeda kami ;). Sebelumnya perlu diketahui hari ini adalah hari pertama Bagus berpuasa dan puasanya akan selama 18 Jam dari sekitar pukul 3 pagi hingga setengah 10 malam dan dia akan melakukan perjalanan sepeda jauh berkeliling kota dengan saya yang tidak puasa hehehe. Tentu saya saya membawa bekal air minum dan roti selai sebanyak 3 lembar untuk makan siang karena saya yakin ini akan sampai sore. Ini pertama kalinya kami berkeliling Geneva dengan sepeda sehingga kami tidak tahu jalan namun untungnya Bagus memiliki smartphone dengan layanan internet sehingga kami bisa menggunakan Google Maps :) dan kami benar-benar mengikuti rute yang diberikan oleh Google Maps, kami sangat percaya Google Maps :D. Kami menyusuri jalanan St. Genis lalu jalanan di Meyrin untuk menuju ke Geneva. Tujuan pertama yaitu PTRI. Disediakan jalur khusus sepeda dan disini para pengemudi mobil sangat menghargai pesepeda, mereka selalu memprioritaskan pesepeda ketika menyeberang jalan :), hal yang sangat berbeda dengan di Indonesia dimana para pengemudi kendaraan bermotor entah roda dua atau empat selalu ingin menang sendiri.

Jalur Dari Hostel ke PTRI
Kami turun menyusuri Route de Meyrin menuju PTRI, sepanjang perjalanan saya melihat ladang gandum, ladang bunga matahari serta rumah-rumah klasik eropa :). Medannya naik turun, tidak jarang kami harus turun jauh ke bawah lalu kemudian bersusah-susah untuk naik ke atas, cukup berat untuk saya yang punya asma hehehe, namun saya selalu membawa inhaler saya, jadi bisa merasa tenang. 

Di Tepi Route de Meyrin
Setelah satu jam setengah kami akhirnya memasuki kota Geneva, sebelumnya saya sudah pernah kesini dengan Tram (baca : Berkenalan dengan Geneva-CERN Summer Programme Bagian 3), seperti biasa bangunan klasik yang tinggi dengan tembok berwarna coklat dan atap yang khas serta pintu dan jendela yang besar menghiasi kota Geneva. 

Berfoto di Perempatan

Sampai di Geneva
Kami menyempatkan beristirahat sejenak dan sempat gerimis juga waktu itu. Beruntung tidak jadi hujan sehingga kami melanjutkan perjalanan menuju PTRI. Bersepeda di Eropa sambil menikmati suasana kota! ini sungguh hebat! sungguh beruntung rasanya bisa kesini dengan gratis ditambah peluang untuk belajar di organisasi nuklir terbesar di dunia yaitu CERN :)! setelah bersepeda dan cukup terasa akhirnya kami tiba di PTRI Geneva. Terlihat sepintas sangat kecil, bangunan bergaya Eropa dengan bendera merah putih berkibar didepannya serta Lambang Indonesia Burung Garuda yang menjadi kebanggaan Indonesia. Disana kami merasa berada di rumah, orang-orang berbahasa Indonesia dan menggunakan batik hehehehe. Sayang saat itu kantor libur karena Hari Sabtu namun ada penjaga kantor serta beberapa orang. Saya meminjam toilet disana ehehehe. Kami sempat bertanya tentang pemilu presiden, kami sangat ingin memilih. Penjaga PTRI bilang bahwa Hari Minggu besok akan ada sosialisasi pemilu, kami diundang dateng.

Feel Like Home
Selanjutnya pukul 12-an siang kami melanjutkan perjalanan menuju Headquarter UN serta The Broken Chair Statue. Google Map telah menunjukkan arah dan jaraknya tidak terlalu jauh. Kami ingin mengikuti tour yang disediakan oleh UN untuk melihat ruang-ruang sidang di dalam gedung, lumayan :). Tour dimulai pukul 14.00 sehingga kami harus sampai sana secepat mungkin. 

Dari PTRI ke Headquarter UN
Pukul 12.30 kami sampai di The Broken Chair Statue! ya patung atau monumen ini katanya melambangkan korban perang akibat ranjau darat sehingga diwujudkan dengan patung kursi yang kehilangan satu kakinya. Komplek monumen ini memiliki susunan air mancur yang menari dengan pola tertentu (The Dancing Water Fountain) sungguh pertunjukan yang menarik :). Tepat di seberang jalan patung kursi ini adalah Headquarter UN dengan ratusan bendera anggota-anggotanya. 

The Dancing Fountains

Kamu Tahu, ini selalu saya bayangkan di Pikiran saya :)

Headquarter UN

Headquarter UN
Menikmati air mancur yang menari dan feel the moment :), kapan lagi saya bisa kesini kalau saya tidak punya banyak uang. semoga saya bisa kesini lagi dengan orang-orang yang saya cinta, keluarga dan seseorang. Setelah itu kami menuju tempat masuk untuk mengikuti tour UN. Saya sempat berfoto dengan patung yang merupakan salah satu tokoh favorit saya , Mahatma Gandhi !

"My life is my message" -Gandhi
Akhirnya kami sampai di gerbang masuk untuk Tour, kami mengantri lalu membeli tiket seharga 10 Swiss franc. Didalam saya dibawa ke beberapa ruang sidang UN, dijelaskan sejarah PBB dan mengapa kantornya terletak di Geneva (Kantor utamanya di New York). Saya tidak ingat jujur apa yang dijelaskan oleh tour guide, jujur ingatan saya sungguh buruk. Jadi saya akan pajang saha foto-fotonya di sini :).

Langit-Langit Ruang Sidang 1

Ruang Sidang 1

Tour Guide

Langit-Langit Ruang Sidang 2

Ruang Sidang 2

Ruang Sidang 3

Langit-Langit Ruang Sidang 3

Ruang Liga Bangsa-Bangsa

Ruang Liga Bangsa-Bangsa
Ya, begitulah, ruang sidang yang sepertinya membosankan kalau harus duduk berjam-jam disana. Aku bisa tertidur pulas mungkin, dikelas saja suka tidur hahaha. Namun sungguh menarik, ruangnya nyaman dan memiliki desain yang unik :).

Setelah tour kami memutuskan untuk mengayuh sepeda kami kembali ke hostel, namun kami menyempatkan mampi di Gare Cornavin, stasiun kereta di Geneva untuk melihat-lihat keadaan hehehe. Sampai di hostel sekitar pukul 18.30, saat itu masih terang. Sungguh lelah namun sangat menyenangkan! :).

Comments

  1. Langit langit ruang sidangnya super :"
    Gambar background di ruang sidang itu apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu sejarah perang dan ketidak adilan terhadap kemanusiaan hahaha maaf lupa

      Delete

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Kehidupan Sebagai Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara