Menjadi Udik-CERN Summer Programme Bagian 1

Hari keberangkatan tiba, akhirnya saya akan segera menginjakkan kaki di tanah Eropa melalui CERN Student Summer Programme 2014. Hari itu tanggal 17 Juni 2014 saya sudah bangun pukul 06.00 pagi. Saya sarapan dengan nasi telur yang sudah saya beli kemarin malam. Selanjutnya saya mandi dan sembahyang. Tak disangka taksi yang saya pesan untuk menuju ke pul X-Trans De Batara Bandung sudah datang pukul 07.30 padahal saya memesannya untuk keberangkatan pukul 08.00 WIB, namun taksi mau menunggu hingga pukul delapan. Saya harus mencetak dulu boarding pass pesawat Lufthansa dan saya mengecek semua barang bawaan saya terakhir kalinya agar tidak ada yang terlupa sebelum berangkat menuju X-Trans. Sampai di X-Trans pukul 08.10 WIB dan saya harus menunggu sekitar 20 menit karena waktu keberangkatan pukul 08.30 WIB.


Perjalanan ke Jakarta dimulai, saya hanya melihat-lihat pemandangan dan tertidur di dalam mobil. Tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 12.30 dan saya berhenti di terminal 2D. Pukul 13.30 Saya makan siang dahulu di Bandara, makan Sop Daging dengan nasi seharga Rp40.000, harganya 2 kali lipat namun apa boleh buat karena saya laper. Penerbangan ke Geneva pukul 19.30 WIB. Saya menunggu Bagus Hanindhito, teman saya yang juga ikut Summer Programme ini, saya hanya menghabiskan waktu untuk menunggu sambil membaca berita online dan berkabar dengan orang tua dan juga Harumi. Pukul 16.00 saya bertemu Bagus dan mengobrol bersama keluarganya lalu setelah berfoto di terminal 2D kami bersiap-siap untuk melakukan Check in, saat itu pukul 17.30. Ini pertama kalinya saya memasuki terminal keberangkatan internasional :).
Berfoto di Terminal Keberangkatan 
Check in cukup cepat karena sebelumnya kami sudah online check in dan di terminal kami hanya perlu untuk check in bagasi kami dan tidak ada masalah, semua barang-barang kami lolos security check. Selanjutnya kami memasuki Gate E1, sebelum masuk gate saya harus memperlihatkan paspor saya untuk dicap oleh bagian keberangkatan internasional, pengecekan memerlukan pencocokan sidik jari dan juga iris mata, kami sudah berada di Gate E1 pukul 18.45. Boarding dijadwalkan pukul 19.00 dan sebelum boarding saya menelpon ortu dan juga Harumi. Akhirnya saya masuk pesawat dan ini pertama kalinya saya masuk ke pesawat wide body. Biasanya pesawat hanya memiliki satu jalur jalan di interiornya namun kali ini ada dua jalur dan dalam satu baris jumlah kursinya ada 7. Saya terlihat kampungan hehehe. Di setiap tempat duduk juga disediakan TV hiburan yg terletak di belakang setiap tempat duduk. TV ini berfungsi sebagai media hiburan dan informasi selama di dalam pesawat. Informasi penerbangan dan lintasan pesawat, informasi kota tujuan serta hiburan mulai dari musik sampai film. Pihak maskapai juga melengkapinya dengan headset. Saya heran dan lagi-lagi merasa kampungan.
Di Dalam Pesawat

Layar Di Setiap Kursi
Di Dalam Pesawat
Pukul 19.30 WIB pesawat bersiap-siap take off dan tujuannya adalah Kuala Lumpur International Airport (KLIA), saya berdoa agar perjalanan ini lancar, ini yang pertama ke luar negeri! Selama di udara, saya diberi makanan berupa sandwich dan minuman yang bebas dipilih hehehe. Baru pertama kali saya merasakan sandwich yang sangat tebal dengan roti yang sangat padat.

Sandwich di Pesawat
Pukul 23.00 waktu Kuala Lumpur saya mendarat di KLIA dan penerbangan menuju Geneva dijadwalkan pukul 00.05. Saya dan Bagus berfoto dulu sebentar lalu bergegas Check in. Saya mendapat masalah di sini, mereka tidak memperbolehkan saya membawa sabun mandi serta sampo dengan volum lebih dari 100 mL padahal di Soekarno-Hatta barang-barang tersebut diperbolehkan saja, dengan terpaksa saya harus merelakan sabun dan sampo saya (sedih karena harga sabun dan sampo di Geneva pasti 2 sampai 3 kali lipat harga di Indonesia). Akhirnya pukul 00.05 waktu Kuala Lumpur saya terbang menuju Geneva namun melalui Frankfurt untuk transit kedua kalinya. Penerbangan kali ini merupakan penerbangan yang panjang yaitu 13 jam! pasti akan sangat melelahkan. Di dalam pesawat kami diberi makan malam (sebenernya ini makan dini hari) berupa nasi sapi lada hitam lengkap dengan buah dan asinan sayur serta minum yang bebas diminta kapan saja. Saya sempat menonton hiburan dan mendengarkan musik namun akhirnya memilih tidur karena memang sangat lelah. Entah saya harus mengacu pada waktu negara apa, saat itu matahari sudah terbit (Pukul 05.00 Waktu Frankfurt) dan saya terbangun, beberapa menit kemudian kami diberi sarapan berupa telor omelet dengan kentang serta roti lengkap dengan selai dan tentunya minum yang bebas dipilih, saya cukup menikmati hidangan yang diberikan, ini yang namanya menu orang eropa, sangat variatif hehe. Akhirnya pukul 07.00 18 Juni 2014 pesawat bersiap mendarat di Frankfurt International Airport. 

Makan Malam Di Pesawat
Sarapan Pagi Di Pesawat
Di Frankfurt

Tiba di Bandara saya menyempatkan berfoto lalu langsung menuju imigrasi. Di sini kami diperiksa sangat ketat, ditanya mau apa, diundang siapa, akomodasi bagaimana dan lain-lain, polisi imigrasi Jerman juga berulang kali melihat visa dan paspor saya. Mereka seakan tidak percaya saya dan Bagus diundang oleh CERN, hew. Setelah paspor kami dicap dan diperbolehkan "masuk" Eropa, saya dan Bagus bergegas menuju gate tempat pesawat ke Geneva berdasarkan online check in yang kami pegang. Bandaranya sungguh besar, kami harus berjalan cukup jauh, rasanya seperti berkeliling ITB 2 kali hahaha.Ternyata setelah berjalan jauh, kami salah gate, gatenya berubah dari yang terakhir kami check in online, waaa! kesel dan harus jalan lagi. Akhirnya pukul 08.15 kami tiba di gate yang benar, disana kami duduk menunggu boarding. Akhirnya pukul 09.30 kami terbang ke Geneva padahal saya ingin dulu berkeliling di Frankfurt untuk melihat kotanya sehari saja, hew, perjalanan memerlukan waktu sejam. Kami tiba di Bandara Geneva dan keluar dari pesawat rasanya dingin, brrrr inikah summer?

Kami menuju pengambilan bagasi lalu mengambil tiket bis gratis yang disediakan di Bandara. Kami keluar Bandara lalu menaiki Bis Y untuk menuju Schuman Residence. Selama diperjalanan saya takjub dan kagum dengan Kota Geneva. Bersih, teratur, tertib dan orang-orangnya taat aturan, pengemudi mobil dan motor harus mengalah kepada pejalan kaki, tempat sampah yang dibedakan menjadi empat yaitu untuk : organik, plastik, koran dan kaleng serta transportasi publik yang sangat nyaman dan terintegrasi. Selain itu jarang ada kemacetan. Mereka juga mengatur kota mereka dengan sangat baik, selalu disediakan ruang publik dan ruang hijau, sungguh berbeda dengan Jakarta dan Bandung yang sangat berantakan.

Kami tiba di Hostel yang terletak di St Genis Pouilly, Perancis Pukul 11.30, kami befoto dan menuju receiption building hostel, kami akan belajar di CERN, Geneva namun tinggalnya di St Genis Perancis, lokasinya memang di perbatasan, ini sangat jarang hehehe. Sayang saat itu belum bisa check in karena jam check in adalah pukul 15.15 sehingga kami menunggu di lobby hostel sambil membaca dan melihat-lihat sekitar. Selama menunggu saya beberapa kali berinteraksi dengan orang disini dengan pembuka bahasa Perancis "Bonjour" yang diucapkan "Bonzu" lalu bercakap-cakap dengan bahasa Inggris, lumayan latihan hehe :). Akhirnya pukul 15.15 kami check in, saya mendapat kamar nomor 307 lalu menaruh barang dan bergegas keluar lagi untuk menuju CERN untuk mengurus administrasi.

Kamar 307

Pemandangan Dari Jendela Kamar
Tersedia Shuttle Bus gratis dari Hostel menuju CERN di Meyrin Site. Kami berhenti di gedung 500 CERN (tempat pemberhentian shuttle), yaitu gedung utama. Tujuan kami adalah gedung 33 dan kami kebingungan lalu bertanya dengan orang yang tidak saya kenal, dan dia sangat ramah, namanya Mark. Dia sedang Postdoc di CERN, dia PhD nya di Imperial College London bidang Experiment Particle Physics. Saya bertanya dan berusaha listening langsung English British! hahahaha. Jujur saja saya mendengarnya tidak penuh namun syukurnya informasinya masih bisa saya tangkap hehehe. Orang-orang disini ramah-ramah, mereka dengan senang hati mengantar dan menunjukkan jalan jika kita kebingungan, berbeda sekali dengan pengalaman saya di Indonesia.

CERN Shuttle
Di gedung 33 kami diminta ke gedung 55 karena gedung 55 lah yang akan membuatkan access card, namun saat itu sudah pukul 17.30 dan kantor tutup pukul 17.45 sehingga saya dan Bagus tidak ke gedung 55 menunggu hingga esok saja, kami akhirnya jalan menuju hostel karena shuttle terakhir yang menuju hostel pukul 17.30 dan kami sudah ketinggalan. Sambil jalan, kami berfoto di beberapa lokasi yaitu di depan Globe CERN, di perbatasan Perancis-Swiss dan beberapa lokasi. Saya merasa berada di negeri asing, menjadi asing di negeri asing hehehe.
Tiba Di Schuman Hostel

Di Depan Receiption Building Hostel

Globe CERN

Sampai di Hostel pukul 18.40 saya bertemu dengan teman dari India, namanya Aman. Dia mengajak saya melihat-lihat dapur dan ruang laundry. Malam harinya saya memasak nasi lalu makan nasi dengan abon ayam saja yang saya bawa dari Singaraj :). Pukul 21.30 saya bersiap tidur karena lelah sekali, saat itu langit masih terang namun suhu sekitar 15 derajat celcius, saya menggunakan celana trainning dan jaket saat tidur, this is summer!

 -Bersambung-

Comments

  1. Kan, udah dibilangin pake sachet. Ga percaya :p hahaha
    ditunggu part 2 sampai habisnya..!

    ReplyDelete
  2. Anonymous10:08 pm

    Boleh bawa kok ,asal dimasukin koper haha.. Hati2 di sana tas backpack pun ditimbang sesuai ketentuan maskapai..

    ReplyDelete
  3. Anonymous11:48 pm

    ini membuat saya ingin terus bermimpi dan menggapai cita-cita saya . terima kasih sudah menjadi inspirasi saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anonymous3:43 pm

      ditunggu cerita-cerita serunya kak :)

      Delete

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Scientific Research in Indonesia needs big momentum to accelerate: A Reflection from Asian Games 2018

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara