Melihat Palembang Lebih Dekat-Kulker Bagian 5

Saya baru tidur pukul 02.00 pagi pada tanggal 8 Januari 2014 karena asyik bercerita bersama teman-teman dikamar, ya kalau sudah kumpul cowok-cowok, maka banyak hal yang kami bicarakan, cinta, cewe, cita-cita dan lelucon-lelucon garing hahaha (bukan gosip ya, hehehe). Baru saja tidur selama tiga setengah jam, kami harus bangun, saat itu sekitar pukul 05.30. Hal ini membuat saya merasa sedikit lemas dan tentu saja masih merasa mengantuk. Saya bergegas mandi dan sarapan lalu bersiap untuk menuju PT. Pupuk Sriwidjaja (Pusri). Perjalanan dari Hotel menuju pabrik Pusri membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sampai disana kami bergegas menuju gedung auditorium Pusri. Kami sudah disambut oleh direksi Pusri yang juga alumni Teknik Fisika ITB. 

Di Dalam Gedung Utama Pusri

Gedung Auditorium Pusri
Di gedung itu kami disambut dan disuguhi presentasi tentang aplikasi instrumentasi dan kontrol di pabrik Pusri. Setelah itu kami diajak untuk berkeliling pabrik pusri menggunakan bis. Menurut saya bisnya jelek dan AC nya mati sehingga selama berkeliling pabrik sekitar setengah jam terasa sangat panas dan gerah di dalam bis, seperti berada di sauna. Selain itu kami juga tidak bisa leluasa bertanya kepada guide yang ada didalam bis karena bis bergerak cepat sehingga objek pabrik yang kami tanyakan berlalu begitu saja. Saya merasa sedikit kecewa saat itu, mereka kurang mempersiapkan ini dengan baik, padahal banyak alumni Teknik Fisika ITB yang menjadi direksi Pusri. Setelah berkeliling kami harus meninggalkan Pusri entah kenapa dan harus makan diluar lokasi pabrik. Saya tidak tahu kenapa hal ini terjadi. akhirnya kami meninggalkan pabrik Pusri dengan perasaan kecewa. Kami harus makan siang di taman di pinggir jalan, memang diberi nasi kotak oleh Pusri namun tidak diperbolehkan makan di dalam gedung Pusri itu rasanya seperti diusir. Setelah selesai makan siang kami bergegas menuju hotel, cukup lelah saat itu karena cuaca panas. 

Sampai di hotel saya hanya mencuci muka dan mengganti baju, selanjutnya saya bergegas bersama teman-teman saya pukul 15.00 menuju Kota Palembang dan lagi-lagi disekitar Jembatan Ampera, sepertinya daerah di sekitar Jembatan Ampera telah menjadi semacam pusat berkegiatan masyarakat Palembang. Kami mengunjungi Pasar 16 menggunakan angkutan umum. Supir angkutan umum mengetahui kami anak baru di Palembang sehingga mereka menasehati kami karena di kawasan Pasar 16 banyak sekali jambret dan pencopet yang beraksi dan supir menurunkan kami di lokasi yang aman, biasanya penumpang diturunkan di lokasi dekat sekali dengan pasar dimana berkeliaran pencopet dan jambret. Kami sedikit melihat-lihat Pasar 16 dengan waspada, sedikit aneh karena kami melihat-lihat sekeliling kami, siapa tahu ada pencopet atau jambret yang mengintai dan mengikuti kita. lalu naik ke Jembatan Ampera dan berfoto disana. Setelah itu kami turun menyusuri Jembatan Ampera menuju Monumen Sea Games. Di sekitar Monumen terdapat Masjid Agung, Museum Mahmud Badarudin 2, dan Monumen Perjuangan Rakyat Palembang. Disana kami berfoto untuk kenang-kenangan. Selanjutnya sore hari kami balik pukul 17.00 menggunakan angkutan yang menurut saya sangat tidak layak, karena mobilnya sudah tua dan interiornya sudah hancur (mobil ini tanpa kaca dan jok mobilnya sudah robek dengan coretan-coretan di langit-langit mobil), saya agak khawatir, takut kami jadi objek penculikan, hahaha pikiran negatif selalu muncul saat berkelana di kota besar di Indonesia. Di hotel kami makan pempek palembang. 

Jembatan Ampera Dari Sisi Lain
Pasar 16, Sendi Kehidupan
Masjid Agung
Monumen Perjuangan Rakyat Palembang
Museum Mahmud Badarudin 2
Kami di Depan Monumen Sea Games Palembang
Malam harinya ada acara angkatan di aula hotel. Diadakan games dan beberapa rangkaian acara untuk mengakrabkan angkatan kami, acara malam itu penuh canda tawa dan lelucon, menurut saya karena gamesnya menarik dan MC-nya agak-agak garing itu (maaf Ezra, hehehe). Saya mengikuti games bersama beberapa teman membentuk kelompok, games-nya menyalin games Family 100 yang populer itu. Kami cukup beruntung karena bisa menang atas 3 kelompok lainnya dan sebagai hadiah saya mendapat sebuah Headset Sony, lumayan walaupun headset tersebut imitasi (bahasa sekarang disebut KW 1). Setelah itu kami bergegas tidur karena keesokan harinya kami harus berangkat pukul 05.00 pagi menuju pagar dewa di muara enim tempat PGN berada! Tidak lupa sebelum tidur saya packing dulu karena besok kami sudah tidak akan di Palembang lagi, sedih memang namun selama di Palembang saya mendapatkan pengalaman baru yang sungguh luar biasa!.
Asyik Main Games
Imitasi Games Family 100 
Sangat Bersemangat Bermain
Ezra si MC

Comments

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Kehidupan Sebagai Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara