Kisah Di Sekitar Sungai Musi-Kulker Bagian 4

Kisah Kulker berlanjut, tanggal 7 Januari 2014 saya harus bangun jam 6 pagi padahal saya baru tidur selama 4 jam kurang. Kami semua akan mengunjungi Pabrik PT. Sosro yang berlokasi di Talang Kelapa, Banyu Asin, Sumatera Selatan, dipinggir Kota Palembang. Saya bergegas mandi lalu sarapan dan menaiki bis. Pukul 08.00 kami berangkat dan perjalanan dari hotel menuju pabrik memerlukan waktu satu jam. Kami disambut hangat oleh Sosro dengan minuman Teh Botol dan Fruit Tea. Disana kami berfoto dulu di depan kantor sosro sebelum melakukan kunjungan pabrik. Selanjutnya kami memasuki ruang berkumpul untuk melihat penjelasan dan video profile tentang PT. Sosro.


Pabrik ini memiliki luas sekitar 7 hektar dan berlokasi di pinggiran kota karena Sosro mencari lokasi yang sumber air tanahnya mudah didapatkan (kalau di Kota Palembang, kata Sosro susah mendapatkan air tanah). Setelah menyaksikan presentasi dan video profile kami bergegas untuk melihat proses produksi di pabriknya. Pabriknya menggunakan bantuan alat yang dikontrol menggunakan komputer seperti conveyor, tangki pembuatan teh tawar, tangki pembuatan sirup gula serta tangki pencampuran. namun masih juga menggunakan tenaga manusia untuk proses pengecekan kualitas botol, kualitas teh akhir, untuk memasukkan bahan seperti daun teh, gula dan untuk memonitor kontrolnya. Sebagai mahasiswa Teknik Fisika saya merasa disini kurang dijelaskan bagaimana kontrol yang digunakan namun saya bisa melihat kontrolnya sudah begitu baik dan otomatis sehingga proses produksi berjalan lancar dan cepat. Setelah lelah melihat-lihat di pabrik, kami dijamu makan siang dengan minumnya lagi-lagi produk Sosro. 


Suasana Di Ruang Berkumpul PT. Sosro Palembang
Menikmati Teh Produksi PT Sosro Palembang
Setelah selesai kunjungan di Sosro, kami bergegas menuju Kota Palembang, kami berhenti di sekitar Jembatan Ampera. Disana kami berfoto dan timbul rencana dadakan untuk bergegas menuju Pulau Kemaro :). Akhirnya setelah memikirkan serangkaian pertimbangan, kami seangkatan berangkat menuju Pulau Kemaro menggunakan kapal motor kecil. Perjalanan membutuhkan waktu 45 menit melewati bawah Jembatan Ampera, melewati Pabrik Pupuk Sriwijaya dan mengarungi Sungai Musi beberapa kilometer. Sungguh luar biasa wisata kali ini :). Sialnya ditengah perjalanan perahu motor yang kami tumpangi sempat tersangkut karung di baling-balingnya sehingga bapak pengemudi harus menyelam untuk melepaskan karung dari baling-baling. Syukur kami bisa sampai Pulau Kemaro namun sedikit telat dibanding perahu motor teman-teman lainnya. Di pulau ini berisi tempat peribadatan umat Buddha atau Tridharma, ada pagoda dengan 9 lantai yang sungguh indah dan menawan, pulaunya juga masih banyak pepohonan sehingga terasa sangat sejuk dan alami :). 

Lokasi Pulau Kemaro

Berpose dengan Latar Jembatan Ampera

Di Perahu Motor Di Sungai Musi Menuju Pulau Kemaro
Sebagai informasi tambahan, Pulau Kemaro, merupakan sebuah Delta kecil di Sungai Musi, terletak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera. Pulau Kemaro terletak di daerah industri,yaitu di antara Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Pertamina Plaju dan Sungai Gerong. Pulau kemaro berjarak sekitar 40 km dari kota Palembang. Pulau Kemaro adalah tempat rekreasi yg terkenal di Sungai Musi. Di tempat ini terdapat sebuah vihara cina (klenteng Hok Tjing Rio). Di Pulau Kemaro ini juga terdapat kuil Buddha yang sering dikunjungi umat Buddha untuk berdoa atau berziarah ke makam. Di sana juga sering diadakan acara Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek.(Wikipedia)
Di Pulau Kemaro juga terdapat makam dari putri Palembang. Menurut legenda setempat dan dituliskan di sebuah batu di Pulau Kemaro, pada zaman dahulu, seorang putri Palembang dikirim untuk menikah dengan seorang anak raja dari Cina. Sang putri meminta 9 guci emas sebagai mas kawinnya. Untuk menghindari bajak laut maka guci-guci emas tersebut ditutup sayuran dan ketika sang anak raja membukanya dilihatnya hanya berisi sayuran maka guci-guci tersebut dibuangnya ke sungai. Rasa kecewa dan menyesal membuat sang anak raja memutuskan untuk menerjunkan diri ke sungai dan tenggelam. Sang putri pun ikut menerjunkan diri ke sungai dan juga tenggelam. Sang putri dikuburkan di Pulau Kemaro tersebut dan untuk mengenangnya dibangunlah Kuil.
Pagoda 9 Lantai Di Pulau Kemaro

Di Gerbang Pulau Kemaro
Senja Di Sungai Musi
Setelah dari sana kami kembali ke tepi Sungai Musi di dekat Jembatan Ampera, disana kami mencoba beberapa jajanan sekitar dan terakhir kami berfoto dengan latar Jembatan Ampera waktu malam yang penuh dengan lampu sorot warna warni yang menjadikannya semakin indah. selanjutnya kami makan malam makanan khas palembang yaitu pindang patin dan melanjutkan perjalanan menuju hotel kembali untuk beristirahat. kami beristirahat karena keesokan harinya harus berangkat pagi untuk menuju Pabrik Pupuk Sriwijaya.
Hotel Bumi Asih Palembang
Bangunan Hotel
Malam Hari Di Sekitar Sungai Musi


Comments

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Revolutionizing Indonesian University

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara