Berkeliling di PT Bukit Asam-Kulker Bagian 3

Saat itu tanggal 6 Januari 2014 dini hari. Kami baru sampai di Wisma Bukit Asam. Kami baru tidur pukul 01.00 setelah melalui serangkaian perjalan panjang membelah Sumatera Bagian Selatan (lihat : Membelah Sumatera Bagian Selatan-Kulker Bagian 2). Kami sudah harus siap pukul 07.30 untuk melakukan kunjungan ke tambang, kantor dan ruang kontrol PT Bukit Asam. Saya bangun pukul 06.00, rasanya masih begitu lelah dengan rasa kantuk dan pegal di sekujur tubuh.Kegiatan selanjutnya adalah menunggu antrian untuk mandi! padahal sudah kebelet yang besar dan yang kecil :(. Saya menginap di Mess C17 yang berisi 12 Orang termasuk saya. Hanya ada satu kamar mandi sehingga kami harus saling antri dan bayangkan harus sudah siap pukul 07.30, hanya punya sedikit waktu untuk melakukan kegiatan MCK yang sangat penting. akhirnya saya mandi, menggunakan kemeja kulker, dan safety boot serta sarapan nasi goreng yang disediakan oleh pihak PT Bukit Asam. Saya merasa menjadi sangat laki-laki dengan pakaian seperti ini hehe :).




Gambar I-Mess C17

Gambar 2-Suasana Disekitar Mess

Gambar 3-Penampilan Keren :)
Selanjutnya kami menuju Recreation Hall Bukit Asam untuk persiapan. Kami diberi Safety Induction untuk ke lapangan. Kami sudah siap dengan safety helmet dan safety boot, artinya kami siap ke lapangan! (bukan lapangan olahraga ya, tapi lapangan tempat dilakukannya penambangan dan distribusi batubara).  Dengan Bis Bukit Asam kami menuju Tambang Air Laya. Tambang ini sudah beroperasi sejak jaman Belanda dan sekarang sudah berhenti dioperasikan. Tambang ini direncanakan akan direklamasi, yaitu mengembalikan landscape hasil penambangan sehingga bisa menjadi hutan raya, Rencananya reklamasi akan dilakukan dan selesai pada tahun 2030, begitu yang dikatakan oleh supervisor yang menemani rombongan kami. Bukit Asam sudah tidak menggali lebih dalam tambang ini, namun mereka melakukan pelebaran ke arah samping. Disana saya melihat banyak alat berat yaitu BWE (Bucket Wheel Escavator), alat yang digunakan untuk menggali tambang dan menyekop hasil tambang untuk dipindahkan ke Belt Conveyor, yaitu alat yang digunakan untuk memindahkan batubara dari satu tempat ke tempat lain menggunakan susunan roda dan sabuk. Ada juga traktor untuk memindahkan pasir, serta mobil tanki solar. mereka memindahkan pasir, mengangkat batu Bara dan lainnya.
Gambar 4-Suasana Di Dalam Bis

Gambar 5-Saya dan Teman Saya, Niko

Gambar 6-Tambang Air Laya
Selanjutnya kami mengunjungi stasiun pemuat batubara. Disini batubara yang diangkat dengan belt conveyor dibawa keatas untuk dijatuhkan mengisi bak-bak kereta api yang siap mendistribusikan batubara ke Lampung dan sekitar Sumatera Selatan. Semua kontrol dari BWE dan Conveyor dilakukan di ruang MCC atau Mine Control Center. Kami mengunjungi MCC atau pusat kontrol dari Tambang Air Laya. Disana dijelaskan alur proses dari kegiatan penambangan batubara mulai dari tambang hingga ke train loading station atau stasiun pemuat batubara.

Gambar 7-Train Loading Station

Gambar 8-Ruang MCC
Selanjutnya kami menuju ke PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Bukit Asam dengan kapasitas 30 MW.  PLTU ini didirikan untuk memanfaatkan batubara muda, perlu diketahui batubara yang dihasilkan paling banyak di Bukit Asam adalah batubara muda yang tidak layak ekspor sehingga untuk memanfaatkannya digunakan untuk menjalankan PLTU namun sayang sekali disini operatornya masih orang Cina asli karena yang membuat PLTU ini adalah Cina. Mereka menang tender namun pihak Bukit Asam memberitahu orang Indonesia sedang belajar dengan operator Cina tersebut dan diharapkan nantinya hanya orang Indonesia yang mengoperasikan PLTU ini.
Gambar 9-Suasana PLTU

Gambar 10-Di dalam PLTU

Gambar 11-Ruang Kontrol PLTU

Gambar 11-Berpose di PLTU
Setelah perjalanan lapangan yang cukup "gerah, panas" dan melelahkan, selanjutnya kami kembali ke Recreation Hall untuk makan siang. Setelah makan siang kami disuguhi presentasi tentang Bukit Asam dan dilakukan tanya jawab. Selanjutnya pukul 17.00 kami bergegas menuju Kota Palembang dari Tanjung Enim. Kesan saya PT Bukit Asam sangat ramah dan baik dalam menerima dan menjamu tamunya. Sungguh pengalaman yang luar biasa menjadi "pekerja" tambang walaupun hanya beberapa jam dan saya tidak begitu suka menjadi pekerja lapangan hehehe :).
Gambar 12-Perilaku Aneh

Comments

  1. Anonymous9:07 am

    Endingnya dramatis. Baru sadar dengan foto itu! Hahaha. Kelakuan --"
    Km ketua chibi chibinya ya? Hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Scientific Research in Indonesia needs big momentum to accelerate: A Reflection from Asian Games 2018

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara