Satu Hari Tiga Pulau-Kulker Bagian 1

Hari itu adalah sabtu, 4 Januari 2014. Sebenernya masih dalam rentang liburan semester 5, namun saya harus berangkat ke Bandung untuk mengikuti rangkaian Kuliah Kerja Teknik Fisika ITB angkatan 2011 (Kulker). Raga ini masih ingin di kampung halaman, Singaraja, Bali, terlebih lagi euforia tahun baru 2014 masih belum habis dinikmati bersama keluarga. Tidak cukup rasanya 12 hari di Bali untuk melakukan "self-charging", mengembalikan tenaga yang telah habis terkuras oleh jadwal semester 5 yang sangat padat dan menekan!


Pesawat saya berangkat pukul 19.00 Wita dan dijadwalkan akan tiba di Bandung pukul 20.00 Wib dan saya harus kumpul bersama teman-teman angkatan Teknik Fisika pukul 21.00 Wib di depan Kampus Ganesha, sungguh mepet! Rencana saya ada dua, jika pesawat saya delay hingga sejam, maka saya tidak akan ikut kulker dan akan kembali ke Singaraja melanjutkan sisa liburan semesrer 2 minggu. Perlu diketahui bahwa kulker ini tidak wajib karena ini adalah acara pengenalan dunia kerja untuk angkatan namun sangat sayang jika tidak ikut karena kulker angkatan kami itu ke Sumatera yaitu palembang dan lampung ditambah GRATIS!!

Pagi-pagi saya sudah bersiap-siap, sembahyang, lalu pamit ke rumah Kakek dan Nenek. Saya berangkat dari Singaraja menuju Bandara Ngurah Rai di Denpasar pukul 11.00 Wita dianter Bapak saya yang menyupir mobil dan Yoga, adik laki-laki saya ikut menemani juga. Diperjalanan hujan lebat, dan beberapa kali saya menggantikan Bapak menyupir karena dia nanti harus menyupir lagi balik ke Singaraja. Waktu tempuh normal dari Singaraja ke Bandara sekitar 3 jam melewati jalanan yang berliku membelah bukit yang memisahkan Bali Utara dan Bali Selatan. Diperjalanan kami sempat berhenti makan untuk makan makanan khas Bali, saya akan merindukan Bali, begitu dalam hati saya berkata.
Gambar 1 Rute Singaraja-Bandara Ngurah Rai

Sampai di Denpasar pukul 15.00, kami berkunjung dulu ke rumah Om Wira, sudah lama tak mengunjungi Om wira. Perjalanan memakan waktu lebih lama karena hujan deras dan beberapa kemacetan di daerah bukit. Di rumah Om Wira, saya bertemu dengan sepupu perempuan saya yang berumur 6 Tahun dan satu lagi perempuan masih Balita. Kami hanya singgah sebentar, sekitar setengah jam karena memang mengantisipasi lalu lintas yang macet saat sore hari (jam pulang kerja).

Kami melanjutkan perjalanan menuju bandara dan untuk pertama kalinya saya melintasi jalan tol Bali di atas laut! Saya sangat terpukau dengan keindahan dan kehebatan karya ini :). Saya mengambil beberapa foto untuk mengabadikan keindahan ini.



Gambar 2 Jalan Tol Bali


Singkat kata saya sampai di Bandara, dan harus masuk ke bagian cek in serta berpisah dengan Bapak dan Yoga. Cek in berhasil dan saya mengunggu di ruang tunggu. Bapak masih menunggu di parkir bandara karena kami juga sudah setuju perihal rencana cadangan jika pesawat delay. Dengan kehendak Tuhan, akhirnya pesawat akan boarding dengan tepat waktu dan akhirnya sampai Bandung pukul 20.00 Wib lebih sedikit. Saya langsung bergegas menuju Asrama Bali untuk mengambil barang-barang untuk kulker serta bersiap-siap mandi dan sembahyang. Saya kumpul bersama teman-teman tepat waktu, sungguh timing yang sangat mengagumkan :). Akhirnya saya dan teman-teman berangkat pukul 22.00 menuju Sumatera dengan bis pariwisata, kulker akan dimulai!

Diperjalanan kami mengobrol, bercanda dan akhirnya tertidur karena kelelahan. Pukul 02.00 Wib saya dibangunkan teman karena bis sudah berada diatas kapal yang siap menyeberangi Selat Sunda! Dalam 3-4 jam kami akan sampai di Sumatera. Di atas kapal kami berputar-putar, menikmati Selat Sunda dini hari dan akhirnya memutuskan untuk tidur hingga akhirnya matahari mulai menampakkan cahanya dari arah timur, kami sudah dekat dengan Pulau Sumatera!. Tak bisa dibayangkan, saya mengunjungi tiga pulau hanya dalam tempo kurang dari 24 jam! sungguh perjalanan yang melelahkan, namun penuh pengalaman dan kesan :). Selamat datang Sumatera! Saya siap untuk menuliskan pengalaman baru dihidup saya!-Bersambung-



Gambar 3 Selat Sunda Dini Hari dan Bakauheni Pagi Hari

Comments

  1. Anonymous8:59 am

    Kak bima, saya dari bali dan rencana mau kuliah dan tinggal di asrama viyata tampaksiring. Biaya perbulan asramanya berapa kak. .

    ReplyDelete
  2. Sangat murah :-), 155 ribu sudah termasuk internet high speed

    ReplyDelete
  3. Anonymous12:48 pm

    Sudah termasuk biaya mskan kak?

    ReplyDelete
  4. masakan? gak lah, makan beli diluar

    ReplyDelete
  5. Anonymous7:02 pm

    Oke dah kak.. thanks infonyaa :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Revolutionizing Indonesian University

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara