Perjalanan : Candi Ceto-Pura Banguntapan-Malioboro Bersama KMH-ITB

Ini adalah kisah saya bersama KMH-ITB (Keluarga Mahasiswa Hindu Institut Teknologi Bandung) melakukan perjalanan Tirtha Yatra (mengunjungi candi dan pura untuk bersembahyang) ke Candi Ceto. Hari itu adalah hari Sabtu,17 September 2011, kami berangkat dari ITB menggunakan Bis untuk menuju ke Candi Ceto. Candi Ceto adalah candi bercorak Hindu yang dibangun diperkirakan pada masa kerajaan Mahapahit. Lokasinya terletak di Dusun Ceto, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Kami tidak tahu jalan menuju Candi Ceto sehingga kami minta bantuan teman-teman mahasiswa Hindu yang tinggal di solo untuk menjemput kami di suatu tempat dan menunjukkan jalan ke Candi Ceto. Dari ITB bis diarahkan menuju daerah sekitar Solo dan Karanganyar. Kami membuat janji di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dengan teman-teman mahasiswa Hindu di Solo. Disana kami dijemput lalu ditunjukkan jalan menuju Candi Ceto. 
Gambar I-Saya bersama teman-teman menuju Candi Ceto

Diperjalanan menuju Candi Ceto pemandangannya sangat indah, jalan berliku diapit oleh kebun teh dan cuaca yang dingin dan berkabut membuat saya merasa senang dan melupakan kepenatan akibat kuliah di ITB. Saya sungguh menikmati suasana diperjalanan saat itu, seakan ingin bermain dan berfoto di kebun teh yang begitu hijau mempesona :). Akhirnya kami tiba di Candi Ceto. Candi ini terletak di bukit dan letaknya paling tinggi dibanding permukiman warga sekitar. Kesan saya saat pertama kali memasuki Candi ini adalah saya merasa Candi ini begitu tua, masih sangat original dan epic. Saya bisa merasakan aura masa lampau yang begitu kuat. Gaya arsitekturnya gapuranya mirip dengan pura-pura yang ada di Bali, menjulang tinggu keatas berbentuk segitiga. Batuan yang digunakan mirip dengan batuan yang digunakan di Candi Prambanan ataupun Candi Borobudur. Pepohonan juga tumbuh di area Candi sehingga kawasan ini terasa benar-benar sangat nyaman dan menyejukkan. Terlihat Candi ini banyak memiliki bagian-bagian bangunan yang sudah tidak utuh lagi karena memang Candi ini awalnya ditemukan sebagai reruntuhan namun usaha pemugaran candi sudah banyak dilakukan. Di area candi terdapat patung Dewi Saraswati yang terletak di tengah kolam. Berdasarkan informasi patung tersebut merupakan patung hadiah dari Provinsi Bali. 
Gambar II-Berfoto di depan Patung Dewi Saraswati

Gambar III-Gapura Candi Ceto yang menjulang tinggi
Gambar IV-Saya berfoto di depan Candi Ceto ke arah permukiman warga
Gambar V-Pintu masuk menuju bagian utama Candi Ceto
Gambar VI-Bagian dari Candi Ceto

Di Candi Ceto kami bersembahyang di bagian utama (Gambar III) ditemani oleh rintik-rintik hujan. Candi yang begitu tenang suasananya, begitu sejuk dengan cuaca sedikit sendu. Sungguh pengalaman yang luar biasa.

Selanjutnya dari sana kami bergegas menuju Yogyakarta. Kami KMH-ITB akan bertemu dan bersilaturahmi dengan KMHD-UGM (Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Gajah Mada). Kami akan diterima oleh KMHD-UGM di Pura Banguntapan, yang berlokasi di Jl. Pura No. 370 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Kami tiba disana malam hari pukul 19.00 dan disana sudah banyak anak KMHD-UGM yang menunggu. Saya ingin sekali bertemu dengan satu orang teman saya yang bernama Made Harumi Padmaswari, ya dia teman seperjuangan saya waktu SMA, bisa dibilang kami teman dekat :). Disana saya mengobrol dengan dia, namun tidak lama karena dia juga sibuk dengan teman-teman SMA lainnya. Kami langsung bersembahyang dan ada acara makan malam nasi bungkus bersama disana. Sebagai perpisahan kami berfoto bersama di Pura. Waktu itu senang bisa bertemu teman saya yang satu ini, mungkin karena banyak hal sama yang terjadi pada kami berdua, entahlah hehehe.

Gambar VII-Berfoto bersama
Kami melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Malioboro, waktu itu saya baru pertama kali disana. Kami singgah untuk menikmati Malioboro saat malam. Saya bersama beberapa teman berjalan kaki melihat-lihat kegiatan disana, ramai sekali waktu itu. Saya membeli beberapa pernak-pernik dan baju kaos sebagai kenang-kenangan pribadi hehehe. Saya juga sempat makan gudeg yogya. Itu pertama kalinya saya makan gudeg langsung dari daerah asalnya!.
Gambar VIII-Berfoto di Kawasan Malioboro 
Setelah cukup menikmati Malioboro, kami mengunjungi sentra oleh-oleh Yogya. Disana saya membeli beberapa bakpia yang katanya oleh-oleh andalan Yogya. Saya membeli untuk beberapa teman-teman saya yang di Bandung. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung. Perasaan saya senang sekali bisa bertirtha yatra ke Candi Ceto, menemui teman seperjuangan dan sesaat menikmati Malioboro malam, sungguh hebat!.






Comments

  1. Anonymous8:50 pm

    hati senang tengok orang orang hindu lain di indonesia :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Scientific Research in Indonesia needs big momentum to accelerate: A Reflection from Asian Games 2018

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara