Flash Back : Diawal Menjadi Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Saya diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Jalur SNMPTN Tulis. Hasil yang cukup mengejutkan memang mengingat proses dan langkah-langkah yang saya jalani sampai pada tahap ini begitu unik (baca post : Flash Back : Harus Berjuang di SNMPTN Tulis 2011 dan Flash Back : Hasil Mengejutkan di SNMPTN Tulis 2011). Tibalah waktu saya berangkat ke Bandung, tanggal 22 Juli 2011. Saya berangkat bersama teman saya Putu Agus Prema Yoga menggunakan pesawat ke Jakarta lalu dari Jakarta menggunakan travel menuju ke Bandung, rute itu kami ambil karena pesawat yang ke Bandung begitu mahal harganya sehingga untuk mengirit biaya perjalanan kami melakukan hal tersebut. Kami berdua tidak didampingi orang tua kami, saat itu saya merasa kami adalah dua orang lelaki yang sungguh berani. Pergi ke Bandung yang belum pernah kami kunjungi tanpa orang tua!.


Sampai di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.00, kami makan sebentar lalu bergegas mencari travel untuk ke Bandung. Waktu itu kami tidak tahu apa-apa tentang perjalanan Jakarta-Bandung. Bahkan kami belum memikirkan akan tinggal dimana dan bagaimana nanti di Bandung. Kami hanya membawa diri, uang secukupnya dan koper kami yang berisi baju, buku dan berkas-berkas pendaftaran ulang di ITB. Waktu itu kami hanya mengetahui satu hal bahwa di Bandung ada Asrama Mahasiswa Bali yang sangat dekat dengan ITB (Asrama yang khusus untuk mahasiswa Suku Bali). Kami bilang ke supir travel bahwa kami ingin ke Asrama Mahasiswa Bali yang di deket ITB. Harapan kami adalah kami bisa menumpang dulu disana beberapa hari sambil kami mencari tempat tinggal (kos-an). Sampai di Bandung sekitar pukul 21.00 dan kami menumpang di Asrama Mahasiswa Bali, saat itu sebenarnya kamarnya penuh namun karena kami mahasiswa baru, kami dipersilahkan tidur di kamar yang penghuninya sedang berlibur. Disana kami berkenalan dengan penghuni asrama yang sudah menghuni 2-3 tahun dan ada juga yang statusnya sama dengan kami yaitu mahasiswa baru.

Gambar I-Asrama Mahasiswa Bali Viyata Tampaksiring

Hari pendaftaran ulang pun tiba. Saya mendaftar ulang untuk Fakultas Teknologi Industri.Sampai di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) pukul 09.00 dan antrian untuk mendaftar ulang sudah cukup panjang saat itu. Dengan sabar saya mengikuti proses pendaftaran dan akhirnya selesai dengan mendapatkan Jas Almamater ITB, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) ITB, dan kartu Tabungan BNI. Jadwal Sidang Terbuka juga diberikan yaitu 2 Agustus 2011 (Sidang Terbuka adalah sidang peresmian mahasiswa baru) yang akan diselenggarakan di Sabuga.

Tanggal 2 Agustus 2011, Sidang Terbuka ITB dan di Sabuga sangat ramai penuh Mahasiswa Baru (Maba). Sebelum masuk ke ruangan kami semua dikumpulkan di depan Sabuga oleh mahasiswa tingkat 2 dan 3 (saya baru tahu beberapa hari kemudian kalau mereka adalah panitia Prokm ITB). Kami diajarkan Salam Ganesha (salam sakral ITB), body wave dan diberi impresi pertama. Saat itu saya agak sedikit bingung, mungkin karena sebelumnya tidak pernah mengalami hal seperti ini. Saat masuk ke dalam Sabuga kami diberi kertas kecil oleh mahasiswa yang menjadi panitia Prokm ITB yang berisi nomor dan entah itu nomor apa. Sidang terbuka dimulai, seperti biasa rangkaian acara yang terdiri dari sambutan rektor, informasi-informasi mengenai ITB dan mahasiswa baru dan ada kuliah umum dari penerima hadiah Nobel Kimia tahun 1988 Profesor Robert Hubber. Saya begitu takjub bisa berada seruangan dengan penerima Nobel walaupun saya tidak mengerti tentang kuliah yang dibawakannya tapi saya sangat antusias!. Setelah itu dinyanyikan Mars ITB dan diumumkan mahasiswa berprestasi Tahap Persiapan Bersama ITB (Mahasiswa yang memiliki IPK tertinggi di Fakultasnya selama Tahap Persiapan Bersama yaitu Tahap di tahun pertama), dan pengumuman Mahasiswa Berprestasi ITB (Mahasiswa Jurusan yang memiliki IPK bagus, aktif di kegiatan kemahasiswaan, sering menang kompetisi antar mahasiswa dan hal-hal baik lainnya). Saat itu saya mendadak termotivasi ingin seperti mereka (menjadi mahasiswa berprestasi dan namanya di bacakan saat sidang terbuka). Hal ini karena saat pembacaan, dibacakan nama mahasiswa, asal SMA dan juga motto hidupnya!. Motivasi saya sederhana yaitu saya ingin mengharumkan nama SMA saya dan mengharumkan nama orang Bali (kalau saya menjadi Mahasiswa Berprestasi Tahap Persiapan Bersama pasti orang-orang akan tahu saya orang Bali karena nama saya mengandung kata Gde yang merupakan ciri khas nama Bali!). Semenjak itulah saya membuat target saya akan menjadi salah satu mahasiswa berprestasi Tahap Persiapan Bersama tahun depan dan nama saya akan di bacakan pada Sidang Terbuka ITB tahun 2012!.
Gambar II-Suasana Sidang Terbuka ITB 2011 (Sumber :http://www.itb.ac.id/gallery/3308)
Gambar III-Suasana Sidang Terbuka ITB (Sumber : http://www.itb.ac.id/gallery/3308)
Selesai Sidang Terbuka, kami Maba keluar ruangan dan sudah ditunggu oleh panitia dengan panji-panji yang berisi nomor, jadi nomor yang diberikan sebelum masuk Sabuga adalah nomor kelompok untuk Maba dalam mengikuti rangkaian Prokm ITB 2011 (Pengenalan Ruang Orientasi Keluarga Mahasiswa ITB 2011).

-Bersambung-




Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Scientific Research in Indonesia needs big momentum to accelerate: A Reflection from Asian Games 2018

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara