Award Ceremony dan Leadership Development Seminar Bersama General Electric Indonesia


Saya sudah dinyatakan sebagai penerima beasiswa General Electric(GE) Foundation Scholar-Leaders Program oleh IIEF (lihat post sebelumnya yang berjudul : Berburu Beasiswa General Electric Foundation Scholar-Leaders Program). Sebagai acara serah terima beasiswa maka IIEF dan GE Indonesia membuatkan sebuah acara Award Ceremony dan Leadership Development Seminar Bersama General Electric Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta bertempat di Hotel Cemara pada tanggal 4-6 Juli 2013. Penerima Beasiswa ini hanya 10 orang dari seluruh Indonesia, seleksinya cukup ketat karena melalui tiga tahap yaitu seleksi berkas, seleksi tes TOEFL dan seleksi wawancara yang dilakukan oleh panelis. 


Saya merasa beruntung bisa mengikuti acara Award Ceremony dan Leadership Development Seminar Bersama General Electric Indonesia karena kami dipertemukan dengan direksi dan CEO GE Indonesia Bapak Handry Satriago!. Saya mendapat banyak ilmu tentang kepemimpinan dan nasionalisme dari direksi GE. Saya merasa mendapat banyak wawasan melalui kegiatan sharing dan diskusi bersama beliau-beliau. Berikut di bawah ini saya rangkum pelajaran yang saya petik dari narasumber yang hadir. 


Hari Pertama, Kamis, 4 Juli 2013 (Ruang Meeting Kantor GE Indonesia, Gedung BRI, Jakarta)

Gambar I-Hari Pertama di ruang meeting Kantor GE Indonesia


Sambutan oleh Ibu Diana Kartika Jahja, Direktur IIEF
Bu Diana memberikan sambutan untuk acara Award Ceremony and Leadership Development Seminar untuk penerima Beasiswa GE Scholar-Leaders Program 2012/2013. Ibu Diana menekankan tentang hal penting yang harus dimiliki seorang pemimpin yaitu seorang pemimpin harus memiliki hati. Banyak orang yang pintar, banyak orang yang aktif dalam kegiatan organisasi, namun hanya sedikit orang yang memiliki hati. Maksud dari hati yang ditekankan oleh Bu Diana adalah kemampuan untuk membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk, yang mana boleh dilakukan yang mana yang tidak boleh dilakukan dan hal itu terwujud juga dalam perbuatannya. Seorang pemimpin yang baik harus memiliki hati tersebut.

Leadership oleh Bapak Faisal Muzakki, Business Leader for Thermal Power Generation System GE
Bapak Faisal memberikan sharing tentang ilmu kepemimpinan yang dia terapkan. Menurut beliau kepemimpinan itu tentang karakter, bukan tentang posisi atau jabatan di suatu instansi. Karakter pemimpin ini bisa dilatih sehingga kemampuan memimpin itu tidak hanya bakat dari Tuhan, namun bisa juga kita latih pada semua orang. Untuk menjadi pemimpin maka seseorang harus berusaha dan usaha itu memang menyakitkan. Memulai memimpin untuk hal-hal kecil dan sederhana dan harus dilatih sejak muda. Untuk menjadi pemimpin kita harus rela memberikan waktu kita untuk orang lain dan jangan individualistis. Menurutnya kepemimpinan itu tentang berhubungan, mendengarkan, mengerti, berdiskusi, menghargai, berkomunikasi dengan orang lain. Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai visi, yang bisa mengisnpirasi dan memotivasi orang-orang disekitarnya, disiplin, bertanggung jawab dan berani mengambil resiko, tidak mudah menyerah dan bekerja keras untuk mewujudkan visinya.
Seorang pemimpin harus bisa mendapatkan keterikatan dari anggota timnya (Team Engagement).  Keterikatan itu bisa didapat dengan cara mempengaruhi. Untuk mempengaruhi banyak orang pemimpin harus bisa menyampaikan ke orang-orang yang ingin dia pengaruhi kenapa kita harus mewujudkan tujuan dan visi tersebut. Caranya adalah dengan menanamkan dasar pikiran utama mengenai alasan yang menjawab pertanyaan kenapa kita harus meraih visi tersebut. Setelah mendapatkan keterikatan anggota tim maka tugas pemimpin selanjutnya adalah mengetahui kekuatan dan potensi dari anggota timnya dengan cara berdiskusi secara terbuka. Tahap selanjutnya setelah itu adalah make things happen atau mewujudkan apa yang menjadi tujuan bersama, disini kemampuan teknis harus diterapkan, menggunakan visi sebagai kerangka berpikir, lebih detail bagaimana cara-cara untuk meraihnya, menetapkan timeline sebagai kerangka waktu untuk pengambilan keputusan dan untuk bergerak. Saat tujuan tercapai jangan ragu untuk merayakannya bersama tim. Seorang pemimpin harus jujur, percaya dan berpikir positif kepada kepada tim.

Marketing Strategy oleh Bapak Arief Budiman, Market Development Manager GE
Pada awal pembicaraan Bapak Arief Budiman menjelaskan tentang GE Indonesia secara menyeluruh yang mencakup Visi GE Indonesia, Major Business Area, produk-produk GE, Lokasi Pabrik GE di Indonesia dan juga lokasi kantor pemasaran GE Indonesia. Visi GE Indonesia ada tiga yaitu Bring New Technology, Provide Solutions For Local Problems, dan Develop Local Leaders. Business area GE ada enam area yaitu energy, oil and gas, aviation, rail, healthcare dan lighting.
 Selanjutnya beliau menjelaskan tentang marketing strategy. Marketing  menurut beliau adalah mencari apa yang dibutuhkan untuk suatu usaha untuk bergerak di suatu daerah atau wilayah, lalu mencoba melakukan pemetaan mengenai siapa saja yang membutuhkan produk tersebut. Dalam melakukan marketing harus menjelaskan dulu ke konsumen jawaban dari pertanyaan why atau kenapa kita harus memiliki produk tersebut, setelah berhasil menjelaskan hal tersebut baru kita menjelaskan bagaimana produk tersebut dan apa produk tersebut. Ini disebut Golden Circle From Inside to Outside.
            Beliau juga menjelaskan mengenai pemimpin, yaitu seorang pemimpin adalah seseorang yang mengetahui kenapa dia melakukan hal tersebut, tahu bagaimana cara melakukannya dan apa yang dia lakukan yang merupakan analogi dari Golden Circle yang telah dijelaskan diatas. Pemimpin juga memimpin dengan hati dan merekrut orang-orang yang percaya dengan yang dia(pemimpin) percaya. Dia juga memberi sebuah quotation yaitu “ Leaders are those who hold a position of power or authority, but who lead who inspires us and who starts with why”. Disini saya mengintepretasikan bahwa memimpin lebih memiliki makna yang lebih dalam dibanding hanya pemimpin.

Communication oleh Ibu Ariavita Purnamasari, Communication Manager GE
Ibu Vita sharing tentang communication skill. Awalnya beliau menjelaskan tentang tugasnya sebagai communication manager GE yaitu untuk memberikan advice ke perusahaan, menjaga hubungan antara perusahaan dengan pihak internal dan eksternal yaitu pihak swasta dan pemerintah. Agar bisa memberikan advice ke perusahaan maka seorang communication manager harus banyak mendengar dan berdiskusi mengenai kebutuhan dari pemimpinnya. Tidak sebarang orang yang bisa menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh pihak luar, disinilah tugas communication manager untuk menentukan siapa yang harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan kebanyakan memang yang menjawab adalah communication managernya sendiri dan juga CEO-nya, namun tidak menutup kemungkinan direksi lain yang memang ahli dalam bidang yang dipertanyakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pihak luar.
Dalam melakukan komunikasi kita harus berusaha untuk memakai istilah-istilah dan kata-kata yang mudah dipahami. Beliau juga menjelaskan bahwa GE memiliki program bernama citizenship yaitu suatu bentuk tanggung jawab ke masyarakat untuk membantu dan focus GE yaitu pada bidang health, community development, education dan environment.

Penutup oleh Bapak Handry Satriago, CEO GE
Pak Handry membuka pembicaraan dengan membahas plagiarisme yang terjadi di bangsa ini. Beliau membahas dan bercerita fakta dan hal sederhana mengenai plagiarisme di Indonesia.mengenai sistem pendidikan di Indonesia,  mengenai kekurangan dari bangsa ini terutama masyarakatnya. Beliau juga bercerita tentang usaha dan kerja keras, tentang mimpi dan tujuan. Ada tiga poin utama yang di bahas untuk membenahi masalah-masalah yang telah beliau ceritakan yaitu yang pertama kita harus bisa melihat suatu hal dari banyak sudut pandang, membuka dan mempertimbangkan semua ide yang datang dari orang lain. Dengan melakukan hal tersebut artinya kita membuka wawasan kita, memberikan kesempatan pada setiap ide dan lebih membuat kita menjadi kreatif. Yang kedua yaitu tantang dirimu, buat standar yang lebih tinggi. Disini berarti kita harus senantiasa untuk melatih diri kita, berusaha lebih keras, menghadapi permasalahan dan berpikir untuk menyelesaikan masalah dengan maksimal. Kita harus menetapkan tujuan yang tinggi karena semakin seseorang memiliki tujuan yang tinggi dan besar, maka daya dorongnya akan semakin kuat. Jangan takut untuk kalah karena kalah menang wajar. Yang ketiga adalah banyak membaca buku bacaan dari beragam bidang. Hal ini yang akan membuat kita terus berimajinasi, membuka wawasan dan senantiasa berpikir. Gunakan 30 % waktu luang untuk membaca hal-hal diluar pekerjaan kita.

Hari Kedua, Jumat, 5 Juli 2013 (Ruang Meeting Hotel Cemara, Jakarta)

Character Building oleh Bapak Imam Gunawan, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda, Ketua Bidang Peningkatan Iptek Kemenpora
            Pak Imam menjelaskan tentang Character Building. Character memegang peranan penting terhadap suatu bangsa. Character itu adalah suatu sifat yang dimiliki seseorang yang sudah teruji oleh setiap kondisi, sehingga sangat melekat pada diri seseorang. Character inilah yang membedakan seseorang dengan seseorang yang lain.  Character ini berhubungan dengan akhlak dan juga motivasi seseorang. Akhlak adalah sikap seseorang yang didorong oleh suatu keinginan untuk berbuat baik. ketika suatu bangsa masyarakatnya memiliki akhlak maka bangsa tersebut adalah bangsa yang baik. selain itu character juga berhubungan dengan motivasi seseorang. Motivasi adalah landasan dan alasan seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Motivasi ini penting karena motivasi memberi semangat seseorang untuk mencapai tujuannya. Tujuan dari character building ini adalah untuk melatih pemuda memiliki karakter yang baik agar mampu membawa bangsa ini mencapai tujuannya berdasarkan pembukaan UUD 1945. Sebagai warga Negara Indonesia menurut saya kita harus memiliki character yang kuat yaitu jujur, integritas, kerja keras, adil, pantang menyerah, nasionalisme, dan menjunjung tinggi rasa kemanusian dan toleransi bermasyarakat. Beliau juga menambahkan bahwa apapun hal baik yang kita lakukan, jika didasarkan atas keinginan untuk membangun Indonesia maka pasti akan jadi hal tersebut.

Youth, Media and Development oleh Ms Ufara Zuwasti, Office of President’s Special Envoy On MDGs
Ms Fara membuka penjelasan tentang kriteria dari pemuda dan pemudi (youth). Kami para penerima Beasiswa GE masuk didalam kategori youth ini. Youth memiliki dua kemungkinan ketika di massa yang akan datang, mereka bisa menjadi bonus atau malah bisa menjadi beban bagi suatu Negara. Bonus ini disebut sebagai demographic bonus yaitu ketika youth diberi investasi yang baik oleh pemerintah berupa pendidikan dan kesehatan, maka dimasa yang akan datang youth ini akan menjadi insane-insan yang mampu memberikan sumbangsih besar untuk negaranya seperti menjadi pemimpin dan tenaga penggerak pembangunan bangsa. Sedangkan ketika youth ini tidak diberi investasi yang baik, maka tentu di massa yang akan datang mereka hanya menjadi beban bagi Negara seperti menjadi pelaku kriminal, pengangguran dan lainnya. Untuk itu menjamin pendidikan dan kesehatan untuk youth sangat penting dan sudah seharusnya menjadi agenda utama dari pemerintah untuk memulai langkah menjadikan Indonesia menjadi Bangsa yang hebat. Ada satu quotation yang saya suka yang diberikan oleh beliau yaitu “youth are the future but more importantly they live present” saya mengartikan ini sebagai pemuda itu mengetahui keadaan saat ini, mereka merasakan apa yang tidak baik dan jika mereka diberi investasi yang baik oleh pemerintah maka pemuda ini di masa depan akan menjadi masa depan yang cerah yang mampu memperbaiki keadaan yang salah disaat mereka muda.
Ms Fara selanjutnya menjelaskan mengenai media. Kegunaan media sebagai alat untuk mengirimkan pesan untuk khalayak ramai. Saat ini di era teknologi yang paling jelas adalah media dunia maya dimana memegang peranan besar dalam pengiriman ide dan pesan seseorang. Sebagai pemuda kita bisa melakukan hal baik dari lingkup yang kecil dan dengan dibantu oleh media maya ini maka perlahan-lahan akan banyak orang yang tahu hal baik apa yang kita lakukan. Media digunakan untuk mengumpulkan massa dan dengan massa itu kita sebagai pembawa ide bisa melakukan aksi yang lebih besar lagi untuk kebaikan bangsa ini.

Achievement Motivation oleh Bapak Eddy Suprapto, WAPEMRED RCTI

            Pak Eddy memulai sesinya dengan memutar video tentang keinginan yang keras dari beberapa orang. Digambarkan tentang usaha anak-anak yang harus menyebrang sungai yang deras untuk bisa sampai disekolah, yang harus menyebrangi jembatan kayu yang lapuk untuk bisa mencapai kelas mereka, orang-orang fable yang memiliki keinginan yang gigih untuk mencapai tujuan mereka. Menurut saya pesan yang ingin disampaikan Pak Eddy adalah mereka yang ada di video dengan segala keterbatasan yang mereka miliki masih sangat bersemangat untuk meraih apa yang mereka inginkan dan cita-citakan apalagi kami para penerima beasiswa yang dengan kemudahan akses informasi, kemudahan lingkungan dan fisik yang lengkap harusnya lebih bersemangat lagi dari mereka yang penuh keterbatasan. Mereka mampu maka kita juga pasti mampu meraih apa yang kita cita-citakan. Hal lain yang saya dapatkan dari Pak Eddy melalui sharing pengalamnnya adalah dengan kerja keras kita bisa meraih yang kita ingin dan keinginan dan motivasi yang kuat dapat mengalahkan segalanya termasuk rasa capek, rasa sakit dan juga segala keterbatasan yang ada. Saya juga suka tentang kesetiaan terhadap suatu pekerjaan yang berdasarkan passion. Orang-orang hebat seperti Isaac Newton, Thomas Alva Edison, Albert Einstein, Steve Jobs, Mahatma Gandhi, dan masih banyak lagi, mereka bisa meraih apa yang mereka cita-citakan karena mereka bekerja berdasarkan passion dan mereka setia terhadap pekerjaan mereka..

Hari Ketiga, Sabtu, 6 Juli 2013 (Pasar Minggu, Jakarta)

Gambar III-GE Ranger in action for Biopori di Pasar Minggu
Pada hari itu kami bersepuluh penerima beasiswa GE Foundation Scholar-Leaders Program mengikuti GE Social Activity bertempat di RT di Kawasan Pasar Minggu. Acara ini adalah acara rutin yang dilakukan oleh GE Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap sosial dan lingkungan. Hari itu kami akan membuat banyak biopori di kawasan Pasar Minggu untuk mencegah terjadinya banjir. Biopori adalah lubang buatan yang dibuat di tanah atau parit-parit yang akan diisi dengan sampah organik. Tujuannya yaitu membuat rumah dan memberi makan untuk makhluk hidup yang tinggal di tanah agar mereka membat banyak lubang-lubang mikro akibat gerakan mereka didalam tanah. Semakin banyak makhluk hidup yang tinggal di dalam tanah maka akan semakin banyak lubang-lubang mikro dan lubang-lubang ini akan membantu dalam penyerapan air hujan secara signifikan. GE juga mengajak masyarakat di RT 01 sampai RT 12 dan kami dibagi ke dalam 12 kelompok untuk membuat biopori di kawasan RT masing-masing. Kelompok saya membuat 11 Biopori untuk RT 3. Saya disana merasakan betapa senangnya bisa memberikan kontribusi walaupun kecil untuk lingkungan dan masyarakat. 


Comments

  1. Waw bim.. notulensi yang bagus sekali :))

    ReplyDelete
  2. mas bima saya calon pendaftar dari Univ Brawijaya, mohon penjelasan tips dan trik mendapatkan beasiswa GE Foundation.

    ReplyDelete
    Replies
    1. intinya setelah lolos seleksi dokumen, nanti akan ada tes toefl dan wawancara. tes toefl usahakan biar standar sekitar 400 keatas, namun saat wawancara tunjukan kamu pribadi yang unik, memiliki mimpi besar dan karakter yang kuat. Intinya punya niat untuk memajukan bangsa ini melalui bidang yang kamu cintai

      Delete

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Kehidupan Sebagai Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara