Flash Back : Pelatnas 2 Tim Olimpiade Fisika Indonesia 2011

Ini merupakan kelanjutan dari kisah Pelatnas 1 Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Akibat dari lolosnya saya ke Pelatnas 2 maka dari itu kisah ini terjadi. Pelatnas 2 ini diselenggarakan antara bulan Februari-Maret 2011. Saat itu adalah bulan-bulan dimana siswa SMA kelas 3 sibuk mengurus tentang Ujian Nasional dan juga Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri namun saya sibuk mengurusi keberangkatan ke Jakarta dan mempersiapkan bahan-bahan untuk belajar FISIKA disana, WAW!.


Bagi saya ini semakin mendekati mimpi saya untuk menjadi perwakilan Indonesia di IPHO 2011 namun ada ketakutan tentang Ujian Nasional dan kelanjutan dimana saya akan berkuliah karena saya belum mempersiapkan apa-apa untuk Tes SNMPTN. Syukur saya mendapat surat dari DIKMENUM bahwa saya boleh memilih salah satu dari lima universitas di negeri ini karena saya meraih medali emas di OSN 2010, universitas tersebut yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Telkom (ITT Telkom), Universitas Brawijaya (UNIBRAW) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).  Waktu itu saya memilih Elektro ITB! hahaha. Pengumuman belum keluar saat saya berangkat pelatnas 2.

Pelatnas diselenggarakan di Universitas Indonesia Depok (UI Depok) dan peserta yang berjumlah 12 orang ditempatkan di Wisma Makara UI Depok. Wisma ini memiliki fasilitas yang cukup bagus dengan restaurant, fasilitas laundry, kantin, kolam renang dan kamarnya yang lumayan nyaman hehehe.

Gambar I-Wisma Makara UI Depok
Materi Pelatnas 2 adalah Gelombang, optik dan termodinamika. Lagi-lagi buku yang digunakan adalah buku kuliah jurusan fisika program S-1 tingkat 2 sampai 4. Sistemnya sama seperti Pelatnas 1 yang sebelumnya saya ikuti. Hari-hari saya jalani dengan belajar, latihan soal, mengikuti kelas yang dilatih oleh dosen yang sama dengan Pelatnas 1 dan test harian dan mingguan. Uniknya kami melakukan semua hal tersebut di gedung Fisika UI dan untuk mencapai sana kami harus menggunakan bis kuning UI dari Wisma Makara. Seringkali kami 12 anak telat karena ketinggalan bis, hehehe. Di luar waktu pelatihan saya bersama teman-teman berenang, bermain DOTA dan nonton bareng namun memang Pelatnas 2 ini terasa lebih sepi dan sedikit membosankan karena kami hanya berdua belas, tidak seperti Pelatnas 1 yang begitu rame dengan 30 anak.

Minggu pertama dan kedua berjalan lancar. Tes saya tidak terlalu baik namun tidak jelek juga dan masih ada harapan untuk bisa menjadi 5 besar yang akan mewakili Indonesia. Tiba di akhir minggu kedua memasuki minggu ketiga kesehatan saya drop(saat itu tengah malam), jantung saya berdebar dan nafas saya sesak (saya memang memiliki asma dan frekuensi detak yang cepat jika kelelahan). Akibatnya saya harus dibawa ke UGD rumah sakit Bunda di Margonda Depok. Beberapa hari setelahnya kejadian itu terulang lagi sehingga saya lagi-lagi harus dibawa ke UGD. Waktu itu saya sudah tidak maksimal menjalankan minggu ketiga (total ada 5 minggu). Sudah tiga kali tidak ikut kelas dan test harian. Keluarga saya di Bali terutama Ibu saya menyarankan agar saya pulang saja mengundurkan diri karena masalah kesehatan. Akhirnya Bapak saya menjemput saya ke Depok dan saya minta ijin ke Tim Pelatih bahwa saya mengundurkan diri karena masalah kesehatan, sungguh sedih karena impian akan terhenti disini. Akhirnya saya pulang ke Singaraja dan saya minta maaf kepada orang-orang yang mendukung dan percaya sama saya. Mungkin belum waktunya untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional, tapi saya yakin saya akan mengharumkan Indonesia di dunia Internasional secepatnya!.

Comments

  1. Anonymous4:16 pm

    Belajarny pakr buku apa kak?

    ReplyDelete
  2. wah, sayang sekali kak, padahal bisa sampe IphO

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Kehidupan Sebagai Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara