Flash Back : Berjuang di Olimpiade Sains Nasional 2010 Medan, Sumatera Utara

Saya ingin bercerita tentang pengalaman saya yang menurut saya luar biasa saat saya duduk di bangku SMA. Mengikuti Olimpiade Sains Nasional IX (OSN) 2010 di Medan, Sumatera Utara sebagai wakil Provinsi Bali di bidang mata pelajaran Fisika. Saya memang memiliki harapan dan impian agar bisa ikut berkompetisi di OSN. Impian itu menjadi kenyataan saat saya diumumkan lolos untuk mewakili Provinsi Bali di bidang Fisika, saat itu ada lima orang yang mewakili Bali untuk bidang fisika. Pengalaman dimulai saat Tim OSN Provinsi Bali berangkat ke Medan dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, saat itu tanggal 1 Agustus 2010. Saat itu kami sudah berada di bandara pukul 05.00 pagi menunggu pesawat menuju ke Jakarta sebagai tempat transit sebelum akhirnya ke Bandara Polonia Medan.


Gambar I-Saya bersama (dari kiri ke kanan : Santhiarsa, Wahyu, saya, Gungde) Saat transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta


Saat itu perasaan saya begitu senang dan juga merasa sangat tertantang karena mendapat kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional. Sekitar Pukul 14.00 kami sampai di Medan dan di sambut oleh Liaison Officer (LO), kami menuju hotel untuk masing-masing mata pelajaran dengan menggunakan bis yang bertuliskan "Olimpiade Sains Nasional IX", sungguh senang dan bangga. Saya senang bisa pergi hingga ke Medan saat itu, sangat excited. Tim OSN Bali berpisah karena kami ditempatkan di hotel yang berbeda sesuai dengan mata pelajaran yang kami ikuti. Saya ditempatkan di hotel Madani bersama empat orang teman saya yang sama-sama mewakili bidang fisika dan dua orang yang mewakili matematika. Selanjutnya saya hanya beristirahat di kamar, sedikit membaca buku untuk memantapkan diri hingga akhirnya saat senja hari teman sekamar saya baru sampai di hotel, dia bernama Teguh Imam dari Jawa Tengah. Kami berkenalan lalu mengobrol dan berbagi cerita tentang sekolah dan daerah kita. Setelah itu kami istirahat, dan tidak ada kejadian yang begitu berkesan. Keesokan Harinya pembukaan OSN IX dilakukan dari pagi hingga siang hari, hanya berupa acara seremonial dengan beberapa suguhan tari dan pidato penyambutan dari Gubernur Sumatera Utara dan selanjutnya setelah itu para peserta kembali ke hotel masing-masing. 

Gambar II-Baliho di lokasi Pembukaan OSN IX

Sore Harinya siswa-siswa yang mengikuti bidang fisika dikumpulkan pada ruang meeting Hotel Madani untuk melakukan technical meeting. Disana pertama kalinya saya melihat peserta-peserta bidang fisika dari seluruh Indonesia, perasaan saya sungguh bingung saat itu dan hanya bisa terdiam. Disana juri dan peserta diajak untuk mengikuti kesepatan mengenai penilaian, tata tertib dan hal-hal yang berkaitan dengan kompetisi esok dan lusa. Tiba saatnya hari pertama kompetisi, untuk bidang fisika dilakukan di SMAN 1 Medan. Diujikan lima buah soal teori essay dengan waktu 5 jam!. Saya mencoba tenang dan tetap yakin karena saya sudah melakukan persiapan dan pembinaan sejak lama. Saya mencoba menjawab soal dengan maksimal, teliti dan jelas dengan harapan juri bisa memberikan penilaian maksimal. soal pertama sampai keempat tentang mekanika dan soal kelima tentang listrik magnet yaitu kapasitor silinder!. Soal pertama tentang gerakan silinder saya bisa menjawab namun tidak sempurna, soal kedua masih bisa saya jawab sekitar 75%, soal ketiga tentang gaya fiktif saya juga masih bisa menjawab, soal keempat tentang boomerang saya hanya bisa menjawab 30% dan soal kelima saya awalnya sempat mengalami kesulitan, namun saya mencoba tenang karena waktu yang disediakan cukup banyak dan pada akhirnya saya bisa menjawabnya sekitar 75%. Waktu 5 jam pun habis dan jawaban telah dikumpulkan. Saya keluar ruangan bertemu dengan teman  dari Bali yang mewakili fisika juga dan mereka melakukan sedikit pembahasan ringan, saat itu saya tidak ingin mendengar pembahasan yang dilakukan teman saya. Saya hanya terdiam diperjalanan ke hotel, tidak ingin mengingat apa yang telah saya jawab, namun tetap saja selalu terngiang di kepala saya. Malam harinya kami Tim OSN Fisika Bali sedikit melakukan persiapan untuk tes experiment esok hari lalu cepat-cepat tidur agar esok tidak mengantuk atau tidak fit saat experiment diujikan. Hari kedua kompetisi pun tiba, dilakukan di tempat yang sama. Saya penasaran apa soal experiment yang akan diujikan, hmmm. Alat-alat sudah disiapkan di setiap meja dalam keadaan tidak terangkai, saya berpikir disini kami harus merangkai sendiri, mengambil data, lalu mengolahnya. Pikiran saya benar, dari petunjuk kami diinstruksikan untuk membuat percobaan yang bertujuan untuk mengukur perubahan panjang pada silet logam akibat pemuaian karena silet dicelupkan ke dalam air panas. Metode yang digunakan adalah metode difraksi sinar laser akibat celah sempit. Kami diminta menurunkan persamaan yang diperlukan, lalu merangkai experiment dengan alat-alat yang disediakan, mengambil data dan mengolahnya hingga mendapatkan hasil. Waktu yang diberikan adalah 4 jam. Segera saya membaca instruksi, lalu melakukannya dengan serius, saya mengerti tentang experiment ini, namun merasa kekurangan waktu karena kami harus mengambil 10 data untuk 5 jarak layar yang telah ditentukan dari celah sempit yang dibentuk oleh susunan dua buah silet lalu mengolah data tersebut dan mendapatkan hasilnya. Saya melakukan pengolahan yang tidak begitu baik, dan analisis yang tidak maksimal. Waktu pun habis dan hasil yang kita sudah tuliskan harus dikumpulkan. Selesai sudah bagian perjuangan di OSN IX dan saya merasa lega namun ada rasa was-was juga karena saya membawa harapan sekolah saya SMAN 1 Singaraja, Bali untuk menyumbangkan medali. Keesokan Harinya merupakan hari jalan-jalan, para peserta berkunjung ke pantai cermin. Disana saya mencoba wahana bermain air dan bersenang-senang bersama teman-teman saya. Sungguh seru dan menyenangkan, saya bisa melupakan sejenak perasaan was-was akibat dua hari kompetisi sebelumnya. Bermain seluncuran air, berenang di kolam, melihat pantai dan berfoto. 

Gambar III-Saya bersama teman-teman di Pantai Cermin (dari kiri ke kanan : Wahyu, Santhiarsa, saya, Yamuna, Gungde)

Hari itu ditutup dengan beristirahat karena kami kelelahan dan untuk mempersiapkan tenaga untuk hari penutupan keesokan harinya. Hari kelima penutupan sekaligus pengalungan medali bagi pemenang tiba, acara dimulai dari pukul 15.00. Seperti biasa acara ini adalah acara seremonial, berbagai penampilan kebudayaan melayu, hiburan, grup band dan dilakukan acara makan malam bersama. Saat itu saya tidak memiliki perasaan apapun tentang pengumuman pemenang, saya merasa tenang, mungkin karena sudah lupa akibat bermain di pantai cermin ya, hehehe. Tiba saat pembawa acara memulai acara pengumuman dan pengalungan medali, saya mulai merasa agak aneh, entahlah, tidak bisa saya deskripsikan. Peraih medali dari berbagai bidang diumumkan dimulai dari perunggu, perak dan nama saya tidak disebutkan juga. Teman-teman saya yang dari Bali ada beberapa yang dipanggil karena mendapat medali perunggu dan perak. Saya saat itu sudah merasa pasrah, paling pasrah karena awalnya saya merasa saya bisa meraih perunggu, namun nama saya tidak kunjung dipanggil. Saat pembacaan peraih medali emas untuk bidang fisika, emas nomor lima didapat oleh teman saya bernama Tanjung, wakil dari Bali juga, emas empat bernama Imam Agung, wakil dari Jawa Barat, dan emas tiga, diperoleh oleh GDE BIMANANDA M.W!!!. Saya terdiam, tidak percaya, sangat senang lalu tersenyum kecil berjalan ke panggung mengambil medali, di panggung saya sedikit gemetar lalu melihat medali emas yang sudah di kalungkan di leher saya. Sungguh senang saat itu, bisa memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang telah percaya ke saya. Teman-teman memberi ucapan selamat, sms banyak masuk bertuliskan selamat, di face book juga. Saya senang dan bangga bisa membawa nama SMAN 1 Singaraja, Kabupaten Buleleng dan Provinsi Bali ke tingkat nasional :).

Comments

  1. Sebuah catatan perjalanan seorang calon ilmuwan :). Semoga makin banyak catatan yang bisa ditulis.

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for Commenting :)

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti ON MIPA-PT 2012 (Bagian 1)

Kehidupan Sebagai Mahasiswa Institut Teknologi Bandung